Rabu, 01 April 2020

BAB 3


BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

            Sebelum lebih jauh menelaah peneliti menentukan tempat yang akan diteliti berdasarkan pada judul skripsi yang telah diterima yang berlokasi di desa Sidomoro kecamatan Buluspesantren kabupaten Kebumen tepatnya di Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro. Alokasi waktu penelitian kami membutuhkan waktu kurang lebih 4 bulan terhitung mulai bulan Mei sampai Agustus 2009.

A. Pendekatan Penelitian
Penelitian kualitatif, menurut Bodgan dan Taylor adalah prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriftif berupa kata-kata terlukis atau lisan  dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Pendekatan ini diarahkan pada latar belakang individu tersebut secara holistik (utuh)[1]
Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi motivasi, tindakan, dan lain-lain, secara holistik dan dengan cara diskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah.[2]
Dalam penelitian ini pendekatan yang dipakai adalah pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif ini digunakan penulis karena penelitian ini akan menyajikan secara langsung hal-hal yang berkaitan dengan keagamaan, peran Majlis Ta'lim Babussalam dalam mewujudkan kualitas keagamaan anak-anak desa Sidomoro kecamatan Buluspesantren kabupaten Kebumen tahun 2009. Dengan data-data yang penulis kumpulkan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi, maka akan diperoleh keterangan-keterangan yang terkait dengan keagamaan di Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro Buluspesantren Kebumen.

B. Desain Penelitian
Desain yang penulis gunakan dalam pedekatan ini adalah deskriptif. Data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar, dan angka-angka. Hal itu disebabkan oleh adanya penerapan metode kualitatif. Selain itu, semua yang dikumpulkan berkemungkinan menjadi kunci terhadap apa yang sudah diteliti.
Dengan demikian, laporan penelitian akan berisi kutipan-kutipan data untuk memberi gambaran penyajian laporan tersebut. Data tersebut mungkin berasal dari naskah wawancara, catatan lapangan, foto, videotape, dokumen pribadi, catatan atau memo, dan dokumen resmi lainnya.[3] Dalam hal ini peneliti ingin mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan keadaan Majlis Ta’lim Babussalam, seperti gambaran umum Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro, letak geografis, keadaan pengurus, keadaan guru, keadaan santri, sarana dan prasara dan Peran Majlis Ta’lim Babussalam dalam mewujudkan kualitas keagamaan anak-anak desa Sidomoro kecamatan Buluspesantren kabupaten Kebumen serta usaha-usaha yang dilakukan Majlis Ta'lim untuk meningkatkan aktivitas kehidupan keagamaan masyarakat Sidomoro.

C. Subjek penelitian
Subjek penelitian adalah sumber untuk memperolah informasi yang berkaitan dengan penelitian. Dalam hal ini yang menjadi Subjek penelitian adalah
1.Mudzakir selaku kepala Majlis Ta’lim Babussalam
2. Para Ustadz yaitu Ali Ma’rufi, Mutmainah dan Mu’minatun
3. Wali santri yaitu Siti Wahyuni, Muhdlori dan Nur Kholifah
4. Masyarakat yaitu, Mukaromah, Wahyudin, Surahman dan Yasin Khabib

D. Teknik Pengumpulan Data
Data merupakan suatu hal yang sangat penting dalam sebuah penelitian. Untuk memperoleh data yang diinginkan penulis melakukannya dengan beberapa teknik pengumpulan data, diantaranya sebagai berikut:
1. Observasi
Metode observasi adalah suatu usaha sadar untuk mengumpulkan data yang dilakukan secara sistematis, dengan prosedur yang terstandar.
ada beberapa alasan penggunaan pengamatan/observasi dalam penelitian kualitatif. Pertama teknik pengamatan ini didasarkan atas pengalaman secara langsung. Kedua teknik pengamatan memungkinkan melihat dan mengamati sendiri, kemudian mencatat perilaku dan kejadian sebagaimana yang terjadi pada keadaan sebenarnya. Ketiga pengamatan memungkinkan peneliti mencatat peristiwa dalam situasi yang berkaitan dengan pengetahuan proporsional maupun pengetahuan langsung diperoleh dari data. Keempat sering terjadi keraguan pada peneliti, jangan-jangan pada data yang dijaringnya ada yang keliru. Kelima teknik pengamatan memungkinkan peneliti mampu memahami situasi-situasi yang rumit. Keenam dalam kasus-kasus tertentu dimana teknik komunikasi lainnya tidak dimungkinkan, pengamatan dapat menjadi alat yang sangat bermanfaat.[4]
Metode observasi ini digunakan untuk mengamati secara langsung terhadap upaya atau kegiatan yang dilakukan Majlis Ta'lim Babussalam dalam meningkatkan kualitas keagamaan anak-anak desa Sidomoro kecamatan Buluspesantren kabupaten Kebumen. Dengan  metode ini diharapkan penulis dapat memperoleh data yang betul-betul valid.
2. Wawancara
Wawancara merupakan suatu proses interaksi dan komunikasi.[5] Metode wawancara ini peneliti gunakan untuk memperoleh informasi tentang aktivitas, keadaan dan peran  Majlis Ta’lim. Dengan metode ini peneliti bisa mendapatkan informasi dan data-data dari orang-orang yang terkait dengan penelitian ini, sehingga dapat diperoleh data tentang Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro secara lengkap.
3. Dokumentasi
Dokumen  adalah setiap bahan tertulis ataupun film. Dokumentasi ini penulis gunakan untuk memperoleh data berupa dokumen atau catatan tentang hal-hal yang berhubungan dengan data-data  penelitian di Majlis Ta'lim babussalam.
Dengan metode ini peneliti mencari informasi melalui benda-benda tertulis, seperti buku-buku, dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat, catatan harian dan sebagainya.

E. Teknik Analisa Data
Teknik analisa data adalah usaha untuk membuat data itu berbicara. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif. Pada tahap analisis data, penelitian kualitatif menggunakan analisis data secara induktif. Suatu logika yang bertitik tolak dari “khusus ke umum“. [6]
Langkah-langkah analisa data yang penulis lakukan adalah :
1.      Pengumpulan data
Pengumpulan data yaitu kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan penelitian.
2.      Penyajian data dalam bentuk teks
Penyajian data dalam bentuk teks yaitu sekumpulan informasi dalam bentuk teks naratif yang telah disusun dalam bentuk kategori-kategori sehingga mudah dipahami makna yang terkandung di dalamnya. Alur ini dilakukan dari awal sampai akhir penelitian. Kemudian penarikan kesimpulan atau verifikasi, dilakukan dengan mencari pola, tema hubungan, dan persamaan hal-hal yang telah terjadi. Data yang masih kabur dan diragukan diverifikasi, yaitu ditinjau ulang pada catatan lapangan atau peninjauan kembali, serta diskusi dengan sejawat, sehingga akan diperoleh kesimpulan yang lebih baik.



[1] Lexy J.Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, Cet keduapuluh empat (Bandung: Remaja Rosdakarya,2007) Hal. 4

[2] Lexy J.Moleong, Op.Cit hal.6
[3] Ibid, hal 11
[4] Lexy J.Moleong, Op.Cit  Hal.174

[5] Masri Singarimbun, Sofian Effendi, Metode Penelitian Survai,(Jakarta: LP3S, 1982), hal.145

[6] Burhan Bungin, Analisis Data Penelitian Kualitatif  (Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, 2003) hal.68


Tidak ada komentar:

Posting Komentar