BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
Sebelum lebih jauh menelaah peneliti
menentukan tempat yang akan diteliti berdasarkan pada judul skripsi yang telah
diterima yang berlokasi di desa Sidomoro kecamatan Buluspesantren kabupaten
Kebumen tepatnya di Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro. Alokasi waktu penelitian
kami membutuhkan waktu kurang lebih 4 bulan terhitung mulai bulan Mei sampai
Agustus 2009.
A. Pendekatan
Penelitian
Penelitian kualitatif, menurut Bodgan dan Taylor adalah prosedur
penelitian yang menghasilkan data deskriftif berupa kata-kata terlukis atau
lisan dari orang-orang dan perilaku yang
dapat diamati. Pendekatan ini diarahkan pada latar belakang individu tersebut
secara holistik (utuh)[1]
Penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud
untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian
misalnya perilaku, persepsi motivasi, tindakan, dan lain-lain, secara holistik
dan dengan cara diskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks
khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah.[2]
Dalam penelitian ini pendekatan yang dipakai adalah
pendekatan kualitatif. Pendekatan kualitatif ini digunakan penulis karena
penelitian ini akan menyajikan secara langsung hal-hal yang berkaitan dengan
keagamaan, peran Majlis Ta'lim Babussalam dalam mewujudkan kualitas keagamaan
anak-anak desa Sidomoro kecamatan Buluspesantren kabupaten Kebumen tahun 2009.
Dengan data-data yang penulis kumpulkan melalui observasi, wawancara dan
dokumentasi, maka akan diperoleh keterangan-keterangan yang terkait dengan
keagamaan di Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro Buluspesantren Kebumen.
B. Desain
Penelitian
Desain yang penulis gunakan dalam pedekatan ini adalah
deskriptif. Data yang dikumpulkan berupa kata-kata, gambar, dan angka-angka.
Hal itu disebabkan oleh adanya penerapan metode kualitatif. Selain itu, semua
yang dikumpulkan berkemungkinan menjadi kunci terhadap apa yang sudah diteliti.
Dengan demikian, laporan penelitian akan berisi
kutipan-kutipan data untuk memberi gambaran penyajian laporan tersebut. Data
tersebut mungkin berasal dari naskah wawancara, catatan lapangan, foto, videotape,
dokumen pribadi, catatan atau memo, dan dokumen resmi lainnya.[3] Dalam
hal ini peneliti ingin mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan keadaan Majlis
Ta’lim Babussalam, seperti gambaran umum Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro,
letak geografis, keadaan pengurus, keadaan guru, keadaan santri, sarana dan
prasara dan Peran Majlis Ta’lim Babussalam dalam mewujudkan kualitas keagamaan
anak-anak desa Sidomoro kecamatan Buluspesantren kabupaten Kebumen serta
usaha-usaha yang dilakukan Majlis Ta'lim untuk meningkatkan aktivitas kehidupan
keagamaan masyarakat Sidomoro.
C. Subjek
penelitian
Subjek penelitian adalah sumber untuk memperolah
informasi yang berkaitan dengan penelitian. Dalam hal ini yang menjadi Subjek
penelitian adalah
1.Mudzakir selaku kepala Majlis Ta’lim Babussalam
2. Para Ustadz yaitu Ali
Ma’rufi, Mutmainah dan Mu’minatun
3. Wali santri yaitu Siti
Wahyuni, Muhdlori dan Nur Kholifah
4. Masyarakat yaitu,
Mukaromah, Wahyudin, Surahman dan Yasin Khabib
D. Teknik Pengumpulan Data
Data merupakan suatu hal yang sangat penting dalam
sebuah penelitian. Untuk memperoleh data yang diinginkan penulis melakukannya
dengan beberapa teknik pengumpulan data, diantaranya sebagai berikut:
1. Observasi
Metode observasi adalah suatu usaha sadar untuk mengumpulkan data yang
dilakukan secara sistematis, dengan prosedur yang terstandar.
ada beberapa alasan penggunaan pengamatan/observasi dalam penelitian kualitatif. Pertama teknik pengamatan ini didasarkan atas pengalaman secara langsung. Kedua teknik pengamatan memungkinkan melihat dan mengamati sendiri, kemudian mencatat perilaku dan kejadian sebagaimana yang terjadi pada keadaan sebenarnya. Ketiga pengamatan memungkinkan peneliti mencatat peristiwa dalam situasi yang berkaitan dengan pengetahuan proporsional maupun pengetahuan langsung diperoleh dari data. Keempat sering terjadi keraguan pada peneliti, jangan-jangan pada data yang dijaringnya ada yang keliru. Kelima teknik pengamatan memungkinkan peneliti mampu memahami situasi-situasi yang rumit. Keenam dalam kasus-kasus tertentu dimana teknik komunikasi lainnya tidak dimungkinkan, pengamatan dapat menjadi alat yang sangat bermanfaat.[4]
ada beberapa alasan penggunaan pengamatan/observasi dalam penelitian kualitatif. Pertama teknik pengamatan ini didasarkan atas pengalaman secara langsung. Kedua teknik pengamatan memungkinkan melihat dan mengamati sendiri, kemudian mencatat perilaku dan kejadian sebagaimana yang terjadi pada keadaan sebenarnya. Ketiga pengamatan memungkinkan peneliti mencatat peristiwa dalam situasi yang berkaitan dengan pengetahuan proporsional maupun pengetahuan langsung diperoleh dari data. Keempat sering terjadi keraguan pada peneliti, jangan-jangan pada data yang dijaringnya ada yang keliru. Kelima teknik pengamatan memungkinkan peneliti mampu memahami situasi-situasi yang rumit. Keenam dalam kasus-kasus tertentu dimana teknik komunikasi lainnya tidak dimungkinkan, pengamatan dapat menjadi alat yang sangat bermanfaat.[4]
Metode observasi ini digunakan untuk mengamati secara langsung terhadap upaya
atau kegiatan yang dilakukan Majlis Ta'lim Babussalam dalam meningkatkan
kualitas keagamaan anak-anak desa Sidomoro kecamatan Buluspesantren kabupaten Kebumen.
Dengan metode ini diharapkan penulis
dapat memperoleh data yang betul-betul valid.
2. Wawancara
Wawancara
merupakan suatu proses interaksi dan komunikasi.[5] Metode wawancara ini peneliti gunakan
untuk memperoleh informasi tentang aktivitas, keadaan dan peran Majlis Ta’lim. Dengan metode ini peneliti bisa
mendapatkan informasi dan data-data dari orang-orang yang terkait dengan
penelitian ini, sehingga dapat diperoleh data tentang Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro secara lengkap.
3. Dokumentasi
Dokumen adalah setiap bahan tertulis ataupun film. Dokumentasi
ini penulis gunakan untuk memperoleh data berupa dokumen atau catatan tentang
hal-hal yang berhubungan dengan data-data penelitian di Majlis Ta'lim babussalam.
Dengan
metode ini peneliti mencari informasi melalui benda-benda tertulis, seperti buku-buku,
dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat, catatan harian dan sebagainya.
E. Teknik Analisa Data
Teknik
analisa data adalah usaha untuk membuat data itu berbicara. Dalam penelitian
ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif. Pada tahap analisis data,
penelitian kualitatif menggunakan analisis data secara induktif. Suatu logika
yang bertitik tolak dari “khusus ke umum“. [6]
Langkah-langkah
analisa data yang penulis lakukan adalah :
1.
Pengumpulan data
Pengumpulan data yaitu kegiatan yang
dilakukan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai
tujuan penelitian.
2.
Penyajian data dalam bentuk teks
Penyajian data dalam bentuk teks yaitu sekumpulan informasi dalam bentuk
teks naratif yang telah disusun dalam bentuk kategori-kategori sehingga mudah
dipahami makna yang terkandung di dalamnya. Alur ini dilakukan dari awal sampai
akhir penelitian. Kemudian penarikan kesimpulan atau verifikasi, dilakukan
dengan mencari pola, tema hubungan, dan persamaan hal-hal yang telah terjadi.
Data yang masih kabur dan diragukan diverifikasi, yaitu ditinjau ulang pada
catatan lapangan atau peninjauan kembali, serta diskusi dengan sejawat,
sehingga akan diperoleh kesimpulan yang lebih baik.
[1]
Lexy J.Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif, Cet keduapuluh empat (Bandung : Remaja
Rosdakarya,2007) Hal. 4
[2]
Lexy J.Moleong, Op.Cit hal.6
[3] Ibid, hal 11
[5]
Masri Singarimbun, Sofian Effendi, Metode Penelitian Survai,(Jakarta:
LP3S, 1982), hal.145
[6] Burhan Bungin, Analisis Data Penelitian
Kualitatif (Jakarta: PT Rajagrafindo
Persada, 2003) hal.68
Tidak ada komentar:
Posting Komentar