Rabu, 01 April 2020

BAB 5


BAB V
PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
  1. Majlis Ta'lim Babussalam  Sidomoro memiliki peran yang  positif bagi masyarakat khususnya bagi anak-anak desa Sidomoro. Anak-anak yang menuntut ilmu di Majlis Ta'lim tersebut kualitas keagamaannya semakin baik.
  2. Majlis Ta'lim Babussalam  dalam mewujudkan kualitas keagamaan anak-anak desa Sidomoro melakukan beberapa usaha diantaranya adalah pembenahan kegiatan belajar mengajar, pengadaan sarana pembelajaran maupun memperbaiki sarana yang sudah rusak.

B. Saran
1. Kepala Majllis Ta’lim
a. Sebagai seorang pemimpin hendaknya mampu menjadi contoh teladan yang baik bagi ustadz/ustadzah dan para santrinya.
b. kepala Majlis Ta'lim sebagai pemimpin harus dapat mengorganisasikan Majlis Ta'lim untuk memainkan perannya di masyarakat.
c. Hendaknya kepala Majlis Ta'lim mengusahakan terpenuhinya sarana dan prasarana serta penggunaan fasilitas secara efektif.
d. Sebagai pemimpin harus dapat membimbing dan mendorong ustadz/ustadzah untuk selalu aktif dan rajin dalam mendidik para santri.
2. Ustadz/Ustadzah
a. Sebagai ustadz/ustadzah hendaknya menyadari tentang kepribadiannya yang tercermin dalam tingkah laku dan penampilannya.
b. Dalam mengajar hendaknya menggunakan metode yang tepat disesuaikan dengan materinya.
c. Di dalam menyampaikan materi pelajaran kepada santri hendaknya tidak berorientasi pada selesainya materi, tetapi harus berorientasi pada tujuan pengajaran yang ingin dicapai.
d. Hendaknya meningkatkan kedisiplinan waktu, karena guru akan menjadi contoh bagi para santrinya.
3. Santri
a. Sebagai seorang santri harus selalu rajin dalam menuntut ilmu agar ilmunya bermanfaat.
b. Dapat mengamalkan ilmu-ilmu agama yang telah diperoleh dan berakhlakul karimah serta membiasakan untuk berbuat baik.

C. Kata Penutup
Syukur alhamdulillah atas segala bimbingan dan petunjuk Allah SWT. sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.
Penulis menyadari bahwa upaya yang telah penulis lakukan secara maksimal dalam proses pembuatan skripsi ini masih banyak kekurangan dan kekhilafannya, baik dalam metode penulisan redaksional maupun dalam pengolahan data. Hal ini karena keterbatasan ilmu dan pengalaman yang penulis miliki. Oleh karena itu penulis memohon saran, kritik dan masukan yang membangun dari semua pihak sangat penulis harapkan demi kesempurnaan dan peningkatan kualitas.
Dalam kesempatan ini, sekali lagi penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi dan  mendukung serta memberi bantuan dalam segala bentuk sehingga skripsi ini dapat penulis selesaikan. semoga amal baik mereka tercatat sebagai amal ibadah yang diterima serta mendapat balasan yang berlipat ganda dari Allah SWT.
Akhirnya penulis berharap skripsi ini dapat diterima dengan baik oleh Perguruan Tinggi yang telah memberikan tugas kepada penulis. Semoga hasil penelitian ini dapat bermanfaat bagi kita semua, khususnya bagi penulis dan bagi para pembaca pada  umumnya. Semoga skripsi ini dapat memberikan sumbangsih perubahan ke arah yang lebih baik atas izin-Nya. Amin.

                                                                      Kebumen,        Agustus 2009
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   


BAB 4


 BAB IV
HASIL PENELITIAN

A. Gambaran Umum Majlis Ta'lim Babussalam
1. Tinjauan Historis
Majlis Ta'lim Babussalam berdiri sejak lama tepatnya pada tanggal 21 Mei 2006, Majlis Ta’lim ini didirikan oleh Mudzakir.
Adapun para tokoh pendukungnya antara lain :
a) Abdul Manan
b) Daerobi
c) Masykur
d) Ali Dimyati[1]
Awal mula berdirinya Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro ini adalah kegiatan-kegiatan tiap bulan Ramadlan  khususnya untuk anak-anak setelah shalat Ashar, mereka hanya bermain-main, duduk-duduk dan bercerita sambil menunggu datangnya waktu berbuka puasa di teras Masjid. Melihat hal demikian Mudzakir mempunyai pendapat untuk diadakan kegiatan setelah shalat Ashar. Pendapat tersebut kemudian dimuyawarahkan dengan para kyai dan tokoh masyarakat yang kemudian  disetujui untuk diadakan tadarus, pengajian dan tahlil setelah selesai shalat Ashar.
Kegiatan tersebut yang meliputi tadarus, pengajian dan tahlil dapat berjalan dengan baik sampai akhir bulan Ramadlon. Anak-anak dihimbau untuk tetap aktif dan rajin melakukan kegiatan yang sudah terbiasa di bulan Ramadlan dengan tetap shalat berjamah di masjid.
Kegiatan  pengajian tersebut dapat berjalan selama setengah tahun kemudian namun lama-kelamaan berhenti. Hal ini terjadi karena kurang aktifnya ustadz yang mengajar, sehingga santri yang belajar di Majlis Ta'lim tersebut menjadi jenuh karena sering tidak diajar.
Untuk memperlancar kegiatan tersebut supaya anak-anak tetap bersemangat dan kegiatan juga dapat berjalan dengan baik, maka dibentuk kepengurusan Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro. Kegiatan yang semula hanya tadarus, pengajian dan tahlil kemudian diberi tambahan dengan pelajaran-pelajaran fiqih, akhlak, tajwid dan sebagainya [2]
2. Letak Geografis
Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro terletak di desa Sidomoro Kecamatan Buluspesantren Kabupaten Kebumen. Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro berada di dukuh  Tukum terletak di bagian paling utara dari desa Sidomoro.
Adapun Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro beralamat di dukuh Tukum desa Sidomoro RT. 03 RW. 01, berada disamping masjid Babussalam, dengan batas-batas sebagai berikut:
a.       Batas sebelah utara adalah pagar dan tanah kosong
b.      Batas sebelah barat adalah tanah kosong.
c.       Batas sebelah selatan adalah Masjid Babussalam
d.      Batas sebelah timur adalah  halaman masjid Babussalam
Dilihat dari letak geografisnya lokasi Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro sangat strategis, lokasinya di tengah-tengah desa dan jauh dari keramaian kota serta berada di pinggir jalan. Lingkungan tersebut sangat tepat untuk mendukung berhasilnya suatu belajar mengajar, karena terhindar dari kebisingan dan keramaian kota. Selain itu penduduk Sidomoro taat beribadah dan menjunjung nilai-nilai keagamaan. [3]
3. Profil, Visi dan Misi Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro
a. Profil Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro
TABEI I

PROFIL MAJLIS TA'LIM BABUSSALAM SIDOMORO[4]
IDENTITAS MAJLIS TA'LIM
1
Nama Maljis Ta’lim
Babussalam
2
Desa
Sidomoro
3
Kecamatan
Buluspesantren
4
Kabupaten
Kebumen
5
Kode Pos
54391
6
Didirikan
21 Mei 2006
7
Status Gedung
Milik sendiri
8
Status Tanah
wakaf
9
Luas Tanah
208 M2
10
Luas Bangunan
144 M.
11
Jarak ke  Pusat Kecamatan
9 KM


b. Visi dan Misi Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro
Visi Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro adalah terwujudnya generasi yang Islami.
Misi Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro yaitu :
1)      Mendidik anak agar mampu memahami kandungan Al-Qur’an.
2)      Mendidik anak agar berakhlakul karimah sesuai dengan norma-norma agama.
3) Memberikan pemahaman keagamaan dan menjadikan anak    yang taat beribadah.[5]
4. Keadaan Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana adalah segala sesuatu yang nampak secara langsung atau tidak langsung membantu pelaksanaan kegiatan pendidikan. Sarana dan prasarana sangat mendukung tercapainya tujuan pendidikan, karena dengan sarana dan prasarana akan memudahkan dan memperlancar kegiatan proses belajar mengajar. Selain itu juga bisa menambah semangat bagi santri maupun bagi guru/ustadz sebagai pengelola proses belajar mengajar.
Sarana dan prasaran merupakan hal yang penting dalam pembelajaran. Untuk itu diperlukan sarana dan prasarana yang memadai agar dalam pembelajaran  dapat berlangsung dengan baik. Berkenaan dengan hal tersebut Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro memiliki sarana dan prasarana walaupun masih kurang memadai, tetapi cukup mendukung bagi kelancaran proses kegiatan belajar mengajar.
Adapun kondisi sarana dan prasarana  Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro antara lain :
a. Sarana Pendidikan
1) Ruang belajar
Ruang belajar yang digunakan untuk belajar santri cukup nyaman yang terdiri atas 7 ruang. Kondisinya masih baik dan terdiri dari lantai dua. Masing-masing ruangan dengan ukuran yang memadahi yaitu 6X6 M2. 
2) Perlengkapan pembelajaran meliputi:
a) Papan tulis 7 buah
b) kapur
c) penghapus
d) Meja/bangku panjang
3) Buku-buku/kitab
Buku-buku/kitab yang ada merupakan buku pegangan bagi ustazd/ustadzah untuk mengajar, jumlah keseluruhannya tidak kurang dari 30 buku. Buku  tersebut sebagian milik para ustazd/ustadzah dan sebagian milik Majlis Ta'lim Babussalam.
4) Absensi Santri [6]

b. Sarana Perkantoran
Ruang kantor belum tersedia dan alat-alat kantor disimpan di rumah Mudzakir selaku kepala Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro. Adapun sarana yang ada yaitu
1) Almari satu buah
2) Buku Induk Santri
3) Buku Prestasi Santri
4) Buku Keuangan
5) Notulen Rapat
6) Dokumen dan arsip-arsip[7]
5. Struktur Organisasi
Struktur organisasi dalam suatu lembaga pendidikan itu sangat penting keberadaannya. Karena dengan struktur organisasi akan mudah dan dimengerti bagaimana pengoordinasian itu dilakukan. Demikian juga melalui struktur organisasi dengan mudah dapat diketahui jabatan apa saja yang ada, kepada siapa yang bertanggung jawab dan kepada siapa memberi komando serta siapa personalnya.
Dengan adanya struktur organisasi yang tersusun rapi maka sangat mendukung segala aktivitas yang ada di Majlis Ta'lim. Demikian juga di Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro sudah memiliki Struktur organisasi namun masih sederhana. Pengelolaan Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro berada di bawah naungan Ta’mir Masjid Babussalam.
Adapun Struktur Organisasi Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro adalah sebagai berikut :
Penasehat                      : K.H. Ibrohim abdul Manan,BA
Ketua Umum                : K. Daerobi
Wakil Ketua                  : Wahyudin
Sekretaris                      : Mukhdori
Bendahara                     : Khamdi
Seksi Pendidikan          : K.H. Mudzakir
Seksi Prasarana             : Danuri, Ali Ma’rufi
Seksi Ketertiban            : Misno, Ali Ma’sum
Seksi Humas                 : Darnuji, Suradal, Ahsan, Alif Mahfudz, Ashuri,
                                         Muslimin[8]
Adapun perincian tugas masing-masing jabatan pada struktur organisasi yang berkenaan dengan pengelolaan Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro adalah sebagai berikut:
a. Penasehat Majlis Ta'lim
Mengarahkan ketua/wakil ketua Majlis Ta'lim dalam menanggapi dan menyingkapi setiap masalah yang terjadi di majlis tersebut.
b. Ketua Umum Majlis Ta'lim
1) Memimpin seluruh kegiatan secara umum di Majlis Ta'lim, termasuk yang berkaitan dengan pembinaan santri maupun yang berkaitan dengan administrasi umum.
2) Bertanggungjawab penuh atas terselenggaranya kegiatan Majlis Ta'lim secara menyeluruh, membuat rencana program dan mendelegasi tanggung jawab tertentu pada masing-masing kegiatan.
c. Wakil Ketua Majlis Ta'lim
1) Membantu secara keseluruhan tugas-tugas ketua Majlis Ta'lim.
2) Menggantikan dan menduduki fungsi ketua Majlis Ta'lim ketika dia berhalangan menjalankan tugasnya.
d. Sekretaris
Secara umum sekretaris bertugas mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan administrasi Majlis Ta'lim seperti surat menyurat, mengisi daftar induk, mengatur penyimpanan arsip dan tugas-tugas lain dibebankan kepadanya.
e. Bendahara
1) Mengelola keluar masuknya uang dan membuat laporan
2) Mengatur dan merencanakan anggaran rutin bagi pelaksanaan kegiatan Majlis Ta'lim.
f. Seksi-seksi
Pada dasarnya tugas seksi adalah mengoordinir, mengelola dan melaksanakan kegiatan yang berhubungan dengan bidang yang dibebankan.[9]


6. Keadaan Pengajar/Ustadz
Guru/Ustadz adalah faktor yang sangat menentukan bagi keberhasilan proses belajar mengajar. Karena itu keadaan ustadz/ustadzah turut serta berpengaruh bagi kegiatan pendidikan. Untuk memperlancar kegiatan belajar mengajar diperlukan guru/ustadz yang mumpuni dan bertanggung jawab serta memiliki akhlak yang baik. Hal ini karena ustadz/ustadzah masih tetap dianggap sebagai  figur dan selalu menjadi pusat perhatian bagi santri.
Ustadz-ustadzah yang mengajar di Majlis Ta'lim  tidak sembarang orang, tetapi mereka adalah orang yang benar-benar menguasai apa yang akan diberikan kepada santri. Ustadz-ustadzah yang mengajar di Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro merupakan alumni Pondok Pesantren. Para ustadz/ustadzah berasal dari daerah sekitar Majlis Ta’lim. Mereka berasal dari desa yang sama. Untuk mengetahui  keadaan para Ustadz/ Ustadzah yang mengajar di Majlis Ta'lim Baabussalam Sidomoro dapat dilihat pada tabel di bawah ini.







TABEL II
KEADAAN PARA USTADZ / USTADZAH MAJLIS TA'LIM BABUSSALAM SIDOMORO TAHUN 2008/2009[10]
No
Nama Guru
Pendidikan
Tahun Mengajar
Keterangan
1
2.
3
4
5
6
7
KH. Mudzakir
Ali Ma’rufi
‘Unwanulloh Ma’sum
Mutmainah
Siti Zulaikhah
Mu’minatun
Puji
Ponpes
Ponpes
SLTA
Ponpes
Ponpes
Ponpes
Ponpes
2006
2006
2009
2006
2006
2006
2008

Para ustadz tersebut tempat tinggalnya berada di daerah sekitar yang tidak jauh dari Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro. Mereka datang ke Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro saat ada jadwal mengajar atau kalau ada kegiatan di Majlis Ta'lim  tersebut.
7. Keadaan santri
Para santri yang belajar di Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro sebagian adalah anak-anak warga desa di sekitar Majlis Ta'lim Babussalam. Mereka belajar pada waktu sore hari setelah shalat Ashar dan ada pula yang malam hari setelah shalat Maghrib. Adapun keadaan santri dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
TABEL III
KEADAAN PARA SANTRI MAJLIS TA'LIM BABUSSALAM SIDOMORO TAHUN 2008/2009[11]
No
Kelas
Jenis Kelamin
Jumlah
Laki-laki
Perempuan
1
2.
3
4
5
Shifir
Ibtida I
Ibtida II
Ibtida III
Diniyah
16
32
28
36
27
30
12
12
10
16
46
44
40
46
43

Jumlah
139
80
219

Untuk kelas pertama/shifir terdiri atas dua ruang, kelas shifir putra dan kelas shifir putri tidak dijadikan satu ruang. Demikian juga untuk kelas diniyah, laki-laki  dan perempuan dipisah masing-masing di ruangan yang berbeda.
8. Peraturan/Tata Tertib Santri
Tata Tertib Santri Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro :
a.       Santri wajib menjunjung tinggi nama baik Majlis Ta'lim.
b.      Santri wajib hormat dan patuh kepada perintah ustadz/ustadzah.
c.       Setiap santri wajib melaksanakan piket sesuai dengan jadwal piket
d.      Santri harus datang di Majlis Ta'lim paling lambat 10 menit sebelum pelajaran dimulai.
e.       Santri masuk kelas dengan tertib dan duduk di tempatnya masing-masing .
f.       Santri mengucapkan salam pada awal jam pelajaran pertama dan akhir jam pelajaran.
g.      Santri membaca doa sebelum pelajaran dimulai dan sesudah pelajaran berakhir.
h.      Jika berhalangan hadir karena sesuatu hal santri harus memberitahukan kepada Majlis Ta'lim secara lisan/tertulis.
i.        Pada saat proses belajar santri diharuskan mengikuti dengan tertib.
j.        Sebelum pelajaran dimulai santri menghafalkan pelajaran masing-masing .
k.      Santri wajib mengenakan pakaian yang rapi dan sopan.
l.        Santri tidak diperkenankan keluar masuk kelas tanpa seizin guru/ustadz.
m.    Santri tidak membuang sampah disembarang tempat.[12]
9. Pelaksanaan Pembelajaran
a Tujuan Pengajaran
Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro dalam mempunyai beberapa tujuan diantaranya adalah membentuk generasi yang Islami, beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT.. Membentuk akhlakul karimah sesuai dengan tuntunan Islam.[13]
b. Kurikulum
Kurikulum yang ada di Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro merupakan kurikulum yang sudah dibuat dan disusun pihak Majlis Ta’lim. Kurikulum tersebut dibuat oleh kepala Majlis Ta’lim dan para ustadz/Ustadah yang mengajar di Majlis Ta'lim tersebut. Kurikulum tersebut disesuaikan dengan tingkatan masing-masing santri yang menuntut ilmu di Majlis tersebut.
Kurikulum yang disusun berdasarkan tingkatan/kelas dan disesuikan dengan mata pelajaran. Adapun secara lebih terperinci penjelasan mengenai mata pelajaran yang digunakan di Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:









TABEL IV
MATA PELAJARAN YANG DIAJARAKAN DI MAJLIS TA'LIM BABUSSALAM SIDOMORO[14]
NO.
KELAS
MATA PELAJARAN
1
Shifir Putra
a. Fashalatan
b. Akhlak
c. Doa-doa Harian
d. BTA
2
Shifir Putri
a. Akhlak
b. Doa-doa Harian
c. Fasolatan
d. Al-Qur’an
3
Ibtida I
a. Tajwid
b. Ta’lim Muta’alim
c. A-Qur’an
d. Fashalatan
4
Ibtida II
a. Al-Qur’an
b. Ghorib
c. Ilmu tajwid
5
Ibtida III
a. Aqidatul ‘Awam
b. Hidayatusibyan
c. Akhlak
d. Al-Qur’an
6
Diniyah
a. Sulam Taufiq
b. Risalatul Mahid
c. Jurmiyah

Dalam tabel tersebut nampak beberapa pelajaran yang sama seperti pelajaran Akhlak pada kelas Shifir dan Ibtida III, akan tetapi substansi dan materi yang disampaikan tiap kelas berbeda., disini materi pelajaran disesuaikan dengan tingkatannya.
c. Media Pembelajaran
Media Pembelajaran adalah sebuah alat yang berfungsi dan digunakan untuk menyampaikan pesan pembelajaran. [15] Komunikasi tidak akan berjalan tanpa bantuan sarana untuk menyampaikan pesan. Sarana yang digunakan dalam rangka pembelajaran bertujuan untuk  mempermudah santri dalam menerima/memahami materi pelajaran.
Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro sebagai salah satu lembaga pendidikan non formal juga mempunyai media pengajaran walaupun masih sangat minim atau sederhana. Media yang terdapat di Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro berupa alat tulis, kapur, papan tulis, penghapus dan kitab pegangan yang dimiliki ustadz/santri. Walaupun alat pengajarannya masih sangat sederhana, namun tidak mengurangi semangat para santri untuk belajar. [16]
d. Metode Pengajaran
Seorang ustadz dalam menyampaikan materi kepada santri agar berhasil dengan baik maka harus memakai metode pembelajaran yang tepat. Dalam memilih metode pembelajaran harus mempertimbangakan tujuan yang ingin dicapai dari masing-masing materi pelajaran yang disampaikan. Ketepatan memilih metode tergantung dari kemampuan ustadz itu sendiri.
Adapun metode belajar mengajar yang digunakan ustadz/ustadzah Majlis Ta'lim Babussalam Sidomro antara lain :
1)      Metode Ceramah
Metode ceramah yang diterapkan di Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro biasanya diawali dengan pendahuluan sebelum memasuki pada pelajaran yang inti. Pendahluan ini kadangkala berupa gambaran umum tentang materi yang akan diajarkan atau sekedar mengulang sekilas  pada pelajaran yang telah lalu. Setelah itu baru memasuki inti dan pada akhir penyampaiannya, biasanya diakhiri dengan pertanyaan-pertanyaan.
Metode ceramah ini biasanya diselingi dengan metode yang lain seperti tanya jawab, demontrasi, hafalan dan lain-lain sesuai dengan jenis dan tujuan materi pelajaran. Metode ceramah ini diterapkan oleh ustadz/ustadzah yang mengajar di Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro .
2) Metode Hafalan (muhafazhah)
Metode ini dilakukan dengan jalan menyuruh santri untuk menghafalkan materi yang telah disampaikan. Metode ini biasanya dilakukan secara bersama-sama sebelum materi pelajaran dimulai ataupun pada akhir pelajaran sesuai dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan seperti Fiqih Jawan, Matan Ta’limul Muta’alim.
3) Metode Tanya Jawab
Metode ini dilakukan dengan jalan memberikan pertanyaan pada santri  dan santri menjawab atas pertanyaan yang diberikan oleh ustadz/ustadzah. Metode tanya jawab seringkali digunakan sebagai selingan pada metode ceramah. Tanya jawab ini digunakan untuk menarik perhatian santri atau mendorong munculnya gairah belajar, sehingga materi pelajaran yang disampaikan ustadz/ustadzah dapat dipahami oleh santri. Ada kalanya juga metode ini digunakan pada awal penyampaian materi pelajaran sebagai pre test atau akhir pelajaran sebagai post test dan adakalanya di tengah-tengah penyampaian materi pelajaran. Metode tanya jawab ini diterapkan pada sebagaian besar materi pelajaran.
4) Metode Demontrasi
Metode demontrasi adalah metode mengajar yang menggunakan peragaan atau memperlihatkan tentang suatu proses atau kejadian di depan santri supaya mereka memahami materi pelajaran yang disampaikan oleh ustadz/ustadzah  dengan baik. Metode ini kadang dengan menggunakan alat-alat yang disiapkan terlebih dahulu, kadang cukup dengan anggota tubuh ustadz/ustadzah.
Metode peragan/demontrasi ini biasanya diterapkan pada materi pelajaran yang bersifat praktis, seperti menghafalkan perbendaharaan kata-kata dalam bahasa Arab, praktek Wudlu atau shalat. Dengan demikian maka santri akan lebih senang dan mudah untuk memahaminya.[17]
Metode demontrasi dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut
a) Para santri mendapatkan penjelasan/teori tentang tatacara  pelaksanaan ibadah yang akan dipraktekan sampai mereka betul-betul memahaminya.
b) Para santri berdasarkan bimbingan kiyai/ustadz mempersiapkan segala peralatan yang diperlukan untuk kegiatan praktek.
c) Setelah menentukan waktu dan tempat para santri berkumpul untuk menerima penjelasan singkat berkenaan dengan urutan kegiatan yang akan dilakukan serta pembagian tugas kepada para santri berkenaan dengan pelaksanaan praktek.
d) Para santri secara bergiliran/bergantian memperagakan pelaksanaan praktek ibadah tertentu dengan bimbingan dan diarahankan oleh kyai atau ustadz/ustadzah sampai benar-benar sesuai kaifiat (tata cara pelaksanaan ibadah sesungguhnya).
f) Setelah selasai kegiatan praktek ibadah para santri diberi kesempatan mempertanyakan hal-hal yang dipandang perlu selama berlangsung kegiatan.[18]
e. Evaluasi
Evaluasi digunakan dalam pembelajaran untuk mengetahui sejauh mana tingkat pengausaan dan pemahaman santri dalam mempelajari materi yang telah disampaikan ustadz/ustadzah kepadanya. Selain itu juga dapat  untuk mengetahui sejauh mana kemampuan maupun keberhasilan guru/ustadz dalam menyampaikan materi.
Evaluasi yang digunakan di Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro adalah
1) Penilaian setelah materi pelajaran selesai
Evaluasi sering dilaksanakan pada akhir pelajaran, biasanya dengan tanya jawab. Hal ini dilakukan untuk mengetahui hal-hal yang belum dipahami oleh santri terhadap materi yang telah disampaikan.
2) Penilaian hasil belajar, yaitu penilaian yang dilakukan dalam jangka waktu tertentu. Misal setiap akhir semester, akhir tahun pelajaran.[19]
Dengan adanya evaluasi dan penilaian akan membuat santri menjadi semangat untuk belajar dan meraih prestasi. Santri yang berprestasi akan mendapatkan hadiah dari Majlis Ta'lim untuk memotivasi dan menjadikan santri  untuk berlomba-lomba meraih prestasi yang baik.

B. Peran Majlis Ta’lim Babussalam  Dalam Mewujudkan Kualitas Keagamaan Anak-Anak Desa Sidomoro Kecamatan Buluspesantren Kabupaten Kebumen
Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro merupakan lembaga pendidikan non formal keagamaan yang  memberikan ilmu tambahan bagi anak-anak yang bersekolah pada pendidikan formal. Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro merupakan wadah pengembangan bagi anak-anak untuk mengenal Al-Qur’an dan ajaran-ajaran Islam sehingga santri dapat mengetahui dan mengamalkan ajaran Islam dengan baik dan benar.
Adapun peran Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro dalam mewujudkan kualitas keagamaan anak-Anak desa Sidomoro adalah sebagai berikut:
1. Memberikan corak warna desa yang agamis
Proses pembelajaran di Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro dilakukan setelah shalat ‘Ashar. Anak-anak setelah shalat berjama’ah di masjid kemudian belajar di Majlis Ta'lim Babussalam. Dengan adanya Majlis Ta'lim anak-anak yang semula hanya bermain saja setiap sore, maka anak-anak menjadi  mempunyai kegiatan yang positif dan bermanfaat yaitu menuntut ilmu agama. Kegiatan para santri yang dilakukan setiap sore inilah yang menjadi salah satu ciri desa yang agamis.
Desa dikatakan agamis apabila hampir seluruh masyarakatnya beragama Islam dan mereka menjalankan dengan benar sesuai dengan Al-Qur’an dan Al-Hadits. Masyarakat selalu antusias apabila ada peringatan hari besar Islam dan banyaknya lembaga nonformal yang menyelenggarakan pendidikan agama Islam. [20]
Dari wawancara diketahui bahwa anak-anak di desa Sidomoro pada sore hari pergi ke Majlis Ta'lim Babussalam untuk belajar. Hal ini menjadikan suasana desa yang agamis dan Islami. Penampilan anak-anak yang  rapi, baik laki-laki maupun perempuan dengan mengenakan pakaian sopan dan Islami, membuat suasana lingkungan desa menjadi agamis.
2. Santri mengenal ajaran agama dan pengetahuan tentang  Islam
Anak-anak yang menuntut ilmu di Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro akan mendapat pengetahuan tentang Agama Islam dengan baik. Dengan pengetahuan yang diperoleh para santri, maka pengetahuan dan ajaran-ajaran agama yang dimilikinya semakin luas, karena waktu untuk mendapatkan materi pelajaran agama di sekolah terbatas, sedangkan dengan belajar di Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro anak-anak akan mendapatkan materi pelajaran agama dengan waktu yang lebih banyak.[21]
Dengan pengetahuan yang diajarkan oleh para ustadz/ustadzah di Majlis Ta'lim, maka santri mempunyai bekal keagamaan yang cukup kuat dalam kehidupan sehari-hari dan akan memperoleh ilmu agama seperti pelajaran Akhlak, Fiqih, Ilmu Tajwid, Peshalatan dan pelajaran lainnya.
3. Membina akhlakul karimah bagi santri
Dimanapun kita berada baik di rumah , di masjid, di sekolah, di jalan, ditempat beribadah akhlakul karimah harus selalu dilakukan oleh siapapun. Demikian pula berdiri, berjalan, duduk, makan, minum, tidur, berbicara, berpakaian dan sebagainya harus selalu berahlakul karimah.
Untuk membina akhlakul karimah pada santri dapat dilakukan melalui beberapa cara yaitu:
a)      Memberikan keteladanan yang baik.
b)      Memberikan  nasehat untuk mengarahkan santri agar dapat menjadi orang yang beriman dan berakhlakul karimah.
c)      Memberikan perhatian kepada santri agar santri dengan mudah menangkap apa yang diajarkan.
d)     Menanamkan kebiasaan yang baik karena kebiasaan yang baik terjadi melalui proses pendidikan.[22]
Anak-anak belum dapat berpikir secara logis, belum dapat membedakan mana  yang baik dan mana yang buruk, mana yang benar dan mana yang salah. Oleh karena itu peranan ustazd/ustadzah sangat penting dalam pembinaan pribadi anak. Masa anak-anak adalah masa yang paling baik untuk menanamkan dasar-dasar pendidikan akhlak.
Mendidik anak agar berakhlakul karimah  merupakan salah satu tujuan pengajaran di Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro. Anak-anak yang mengaji  di Majlis Ta'lim memiliki akhlak yang baik karena sudah terbiasa dengan perbuatan yang baik terutama saat belajar. Keteladanan yang dicontohkan oleh ustadz/ustadzah  baik ucapan, sikap maupun tingkah lakunya akan membuat anak menirunya dan akan tertanam di dalam hatinya.
 Bila anak melakukan perbuatan yang  tidak sesuai dengan etika yang berlaku, maka ustadz/ustadzah akan menasehatinya. Nasehat sangat tinggi nilainya karena anak masih membutuhkan bimbingan dari ustadz/ustadzah.
Dengan demikian anak akan selalu terbiasa dengan tingkah laku yang baik dan akan terbentuk dalam kepribadian santri. Perhatian yang diberikan oleh ustadz/ustadzah juga akan mempengaruhi tingkah laku para santri. Dengan membiasakan perbuatan yang baik diharapkan anak yang belajar di Majlis Ta'lim selalu berakhlakul karimah dalam kehidupan shari-hari.
4. Persahabatan semakin erat
Majlis Ta'lim merupakan suatu tempat untuk menuntut ilmu. Para santri berkumpul untuk belajar agama Islam secara bersama-sama kepada ustadz/ustadzah di Majlis Ta'lim Babussalam. Mereka saling bertemu, berjabat tangan dan memberi salam kepada sesama. Dengan demikian hubungan antar sesama teman semakin akrab dan dekat.
Hubungan antar santri dan ustadz/ustadzah juga terbentuk. Santri akan semakin dekat dengan ustadz/ustadzahnya dan sebaliknya ustadz/ustadzah semakin mengenal/menyayangi santrinya. Selain itu komunikasi antar ustadz/ustadzah pun juga menjadi dekat.[23]
Dengan seringnya bertemu dan berkomunikasi antara ustazd/ustadzah yang satu dengan ustazd/ustadzah yang lain, antara santri yang satu dengan santri yang lain, maupun antara santri dengan  ustadz akan membuat tambah dekatnya persahabatan atau kasih sayang diantara mereka. Disamping itu juga ustazd/ustadzah dapat menyampaikan gagasan dan santri memperoleh ilmu yang bermanfaat  dalam pembelajaran. Hal ini berarti sesuai dengan fungsi Majlis Ta’lim sebagai ajang berlangsungnya silaturahmi masal yang dapat menghidupkan dakwah dan ukhuwah Islamiyah.
5. Terhindar dari pengaruh lingkungan pergaulan yang kurang baik
Lingkungan pergaulan akan mempengaruhi terhadap sikap dan tingkah laku anak-anak baik lingkungan pergaulan di sekolah, teman bermain, keluarga maupun tempat ibadah. Lingkungan tersebut akan mempengaruhi pengetahuan dan pengalaman anak sehingga anak akan mengikuti apa yang didapatnya.
Di Majlis Ta'lim yang merupakan tempat untuk menuntut ilmu, anak-anak akan terhindar dari pergaulan yang kurang baik. Pengaruh tempat ibadah dalam hal ini Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro akan memupuk pertumbuhan jiwa keagamaan anak-anak semakin kuat dan baik. Keadaan mayarakat setempat yang agamis misalnya shalat berjamaah akan menimbulkan kepekaan agama terhadap anak-anak.[24]
Dengan belajar di Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro, yang mulanya waktu digunakan anak-anak untuk bermain-main dengan teman-temannya, akan terganti dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat. Dengan demikian anak akan terjaga dan jauh dari pergaulan yang mungkin akan mengakibatkan rusaknya moral anak.
6. Santri mampu menulis Arab dengan baik
Belajar menulis dapat dilakukan di sekolah maupun di luar sekolah.  Waktu untuk belajar agama di sekolah sangat terbatas, sehingga kemampuan untuk menulis Arab juga masih terbatas. Santri yang belajar di Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro akan memperoleh tambahan pelajaran agama salah satunya dengan menulis ayat-ayat Al-Qur’an maupun huruf-huruf Arab.
Dengan terbiasanya  menulis Arab di Majlis Ta'lim maka kemampuan santri dalam menulis Arab akan semakin bertambah baik.[25] Di Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro diberikan pelajaran Baca Tulis Al-Qur’an sehingga santri dalam menulis ayat-ayat/huruf Arab tidak asing lagi.
7. Waktu lebih bermanfaat
Waktu yang digunakan oleh para santri untuk menuntut ilmu di Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro akan lebih bermanfaat dari pada mereka yang tidak mengaji. Kesempatan ini digunakan oleh para santri untuk memperoleh ilmu dengan sebaik-baiknya, karena untuk mendapatkan ilmu tidaklah mudah, memerlukan waktu dan kesabaran.[26]
Ilmu akan didapat dengan enam syarat yaitu:
a) Limpad atau cerdas
b) Loba atau semangat
c) Sabar
d) Memiliki bekal
e) Petunjuk/bimbingan guru
f) Waktunya lama[27]
Santri yang mengaji sejak dini berarti sudah dapat menggunkan waktu dengan baik. Karena di dalam menuntut ilmu membutuhkan waktu yang lama agar ilmunya bermanfaat baik  bagi diri sendiri maupun untuk orang lain.
8. Santri memiliki kebiasaan yang baik
Kebiasaan-kebiasaan dan latihan merupakan pengalaman bagi  anak. Pengalaman yang didapat akan menjadi unsur yang penting dalam pribadinya dan mempunyai pengaruh terhadap kehidupan sehari-hari, sebab kepribadian anak terbentuk oleh lingkungan sekitarnya. Bila lingkungannya baik akan berpengaruh baik pula bagi anak begitu pula sebaliknya. [28]
Proses pembelajaran di Majlis Ta'lim Babussalam dibiasakan dengan menghafal pelajaran dan doa-doa harian. Di rumah santri sebelum melaksanakan kegiatan sehari hari sering diawali dengan berdo’a terlebih dahulu, seperti katika mau makan santri membaca do’a sebelum makan, mau tidur santri membaca do’a mau tidur, masuk rumah dan sebagainya.
9. Sebagai tempat bersosialisasi
Setiap orang pasti melalui proses sosialisasi, mulai dari lingkungan keluarga kemudian lingkungan sekitarnya, teman sepermainan, dan akhirnya pada masyarakat yang lebih luas. Begitu juga dengan anak-anak, mereka akan saling bertemu dan saling mengenal satu sama lainnya.
Dalam sosialisasi anak akan mempelajari dan menyesuaikan diri terhadap prilaku dengan temannya sehingga anak akan merasa menjadi bagian darinya. Melalui sosialisasi tersebut anak menjadi terlatih dan terbiasa dalam bergaul, sehingga kelak dapat bermasyarakat dengan baik.[29]
Lingkungan pergaulan khususnya di Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro  mempunyai pengaruh terhadap proses sosialisasi anak.  Dengan berinteraksi sesama teman/sahabat maka pengetahuan dan pengalaman anak menjadi semakin luas. Dengan demikian hal ini berarti sesuai dengan Al-Ghozali bahwa lingkungan sahabat menjadi salah satu lingkungan pergaulan di dalam masyarakat.


10. Jumlah teman bertambah banyak
Letak Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro berada di perbatasan  RW.1 dan RW.2 Letak yang strategis ini membuat jumlah santri yang belajar di Majlis Ta'lim cukup banyak. Hal ini menjadikan santri yang satu dengan  santri yang lain akan saling mengenal. Dengan demikian jumlah teman akan semakin bertambah banyak. [30]
Dengan banyaknya teman maka pergaulan santri menjadi semakin luas. Dengan luasnya lingkungan pergaulan membuat santri menjadi semangat untuk belajar.
11. Santri mengetahui hukum Islam
Dengan menuntut ilmu di Majlis Ta'lim, santri menjadi lebih tahu mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang benar dan mana yang salah. Dengan ilmu yang diperoleh di Majlis Ta'lim santri dapat  membedakan hukum-hukum dalam Islam, mana yang wajib, sunat, makruh atau haram. [31]
Dengan ketekunan dan kesabaran santri dalam menuntut ilmu maka ilmu yang didapat akan semakin bertambah banyak. Oleh karena itu dengan bertambahnya waktu pengetahuan santri tentang hukum Islam juga semakin luas.


12. Santri lebih menghargai waktu
Bimbingan dan nasehat yang diberikan orang tua kepada anak sangatlah diperlukan. Selain itu anak juga perlu dilatih untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya. Santri yang mengaji di Majlis Ta'lim Babussalam merasa tergugah untuk berbuat dan melaksanakan apa yang sudah menjadi tugasnya dan kewajibannya.[32]
Bila datang waktu shalat fardu santri segera melaksanakan kewajibannya tanpa harus dipaksa atau disuruh oleh orang tuanya. Begitu juga bila waktu sore tiba maka dengan senang hati santri segera berangkat ke Majlis Ta'lim Babussalam untuk belajar ilmu agama dengan bimbingan ustazd/ustadzah.
13. Santri menjadi pandai
Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro yang merupakan lembaga pendidikan non formal juga ikut membantu membuat anak lebih pandai. Anak-anak yang mengaji di Majlis Ta'lim mendapat pengetahuan yang tidak sedikit sehingga anak-anak  menjadi lebih pandai khususnya dibidang agama. Santri yang belajar di sekolah/madrasah hasil prestasinya meningkat terutama pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. [33]
Orang tua yang menyekolahkan anaknya di sekolah umum, banyak yang merasakan pendidikan agama di sekolah belum cukup dalam menyiapkan keberagamaan anaknya. Salah satu usaha untuk menambah pendidikan agama anaknya adalah dengan cara mencari tamabahan ilmu agama memasukan putra-putrinya ke Majlis Ta'lim. Di Majlis Ta'lim Babussalam anaknya akan dibimbing tentang pengetahuan agama yang lebih banyak.
14. Pakaian santri menjadi rapi
Pakaian merupakan alat penutup tubuh sekaligus sebagai pelindung dari panas atau dingin. Selain itu pakaian juga merupakan penampilan atau hiasan bagi pemakainya. Santri yang mengaji di Majlis Ta'lim Babussalam selalu memakai baju yang rapi dan sopan.[34]
Pakaian yang dikenakan santri selain berfungsi sebagai pelindung tubuh juga sesuai dengan aturan agama yaitu dapat menutup aurat. Pakaian yang  dikenakan santri selalu rapi dan sesuai dengan lingkungan masyarakat yang Islami.
15. Santri mampu membaca Al-Qur’an sesuai dengan Ilmu Tajwid
Santri yang belajar di Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro akan mendapat pelajaran Ilmu Tajwid. Santri dapat mengerti dan menerapkan bacaan-bacaan Al-Qur’an sesuai dengan hukum bacaannya. Seperti hukum bacaan nun mati/tanwin maupun hukum bacaan mim sukun. [35]
Membaca ayat-ayat Al-Qur’an harus mengetahui pedoman cara membacanya tidak boleh asal membaca. Dengan belajar ilmu tajwid santri dapat mengetahui dan menerapkan hukum hukum/bacaan Al-Qur’an, seperti idzhar, idghom, ikhfa dan iklab. Dengan demikian maka dalam membaca Al-Qur’an akan sesuai dengan aturan atau kaidah membca Al-Qur’an.
16. Santri menjadi disiplin beribadah
Santri yang menuntut ilmu di Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro menjadi lebih rajin untuk beribadah terutama shalat lima waktu dengan  tepat pada waktunya.Bila datang waktu shalat santri dengan segera melaksanakan shalat. Dengan kesadaran sendiri tanpa disuruh mereka berangkat ke Majlis Ta'lim babussalam Sidomoro untuk belajar bersama bimbingan ustad/ustadzah.[36]
Dari wawancara di atas baik dengan kapala Majlis Ta'lim, ustazd/ustadzah, wali santri maupun masyarakat diketahui bahwa Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro mempunyai peran yang sangat penting dalam mewujudkan kualitas keagamaan anak-anak desa Sidomoro. Terbukti dengan eksistensinya sampai sekarang dan masih banyaknya santri yang belajar di Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro. Apabila Majlis Ta'lim tersebut tidak berperan atau tidak berfungsi bagi masyarakat Sidomoro tentu sudah lama Majlis Ta'lim tersebut ditinggalkan oleh masyarakat.



C. Usaha – usaha yang dilakukan Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro untuk mewujudkan kualitas keagamaan anak-anak desa Sidomoro
Kehadiran Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro di tengah-tengah masyarakat Sidomoro mempunyai posisi yang sangat strategis. Sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam, Majlis Ta'lim Babussalam senantiasa berpartisipasi dalam pembangunan masyarakat sekitar terutama pembangunan dalam bidang keagamaan khususnya agama Islam.
Sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam, Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro mempunyai beberapa usaha untuk mewujudkan kualitas keagamaan anak-anak desa Sidomoro. Adapun usaha-usaha yang dilakukan Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro antara lain sebagai berikut:
1. Pembenahan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)
Orang tua pasti mengharapkan anaknya berhasil dalam belajar. Keberhasilan pembelajaran akan dipengaruhi oleh guru/ustadznya. Tujuan pembelajaran akan tercapai dengan baik apabila guru/ustadz mampu menyampaikan materi sesuai dengan metodologi pengajaran yang tepat.
Guru akan menentukan keberhasilan santri, oleh karena itu guru harus memiliki dan menguasai metode dalam pengajaran serta dapat memilih metode yang tepat  untuk menyampaikan materi pelajaran. Guru harus mampu menciptakan situasi yang dapat merangsang santri untuk semangat belajar. [37]
Guru tidak hanya sekedar menyampaikan materi atau mentranformasikan pengetahuannya kepada santri,  tetapi guru harus mampu membimbing dan mendidik santri agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Guru juga menjadi figur bagi santrinya sekaligus sebagai suri tauladan yang akan menjadi contoh bagi santri-santrinya.
2. Pengadaan silabus dan kurikulum
Silabus merupakan garis besar, ringkasan, ikhtisar, pokok-pokok isi atau materi pembelajaran. Kurikulum merupakan seperangat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara  yang digunakan sebagai pedoman penyelengaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Silabus dan kurikulum sangat diperlukan dalam pembelajaran. Dengan adanya silabus dan kurikulum pembelajaran akan menjadi lebih terarah. Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan pemberdayaan santri.[38]
Dengan adanya silabus dan kurikulum dapat menjadi pedoman dalam pembelajaran dan merencanakan pengelolaan kegiatan pembelajaran seperti belajar kelompok dan belajar individual.
3. Pengadaan sarana pembelajaran
Untuk mempermudah tercapainya tujuan pembelajaran dan mempermudah santri dalam memahami materi pelajaran yang disampaikan oleh guru perlu adanya sarana yang memadahi. Alat-alat pendidikan yang sudah tidak layak lagi segera diganti/diperbaiki sedangkan alat-alat pendidikan yang belum ada untuk dilengkapi seperti perpustakaan, komputer, almari administrasi, bangku, papan tulis, buku/kitab-kitab, penggaris, alat peraga dan gambar-gambar.[39]
Dengan adanya sarana pembelajaran yang lebih baik maka akan mempermudah proses kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh guru/ustadz sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik pula.
4. Praktik ibadah
Untuk menerapkan dan melaksanakan pembelajaran pada santri sekaligus memberikan contoh dari ustadz/ustadah maka diadakan praktek-praktek ibadah sebagai berikut:
a. Shalat berjamaah
Shalat lima waktu merupakan kewajiban yang harus dikerjakan oleh setiap umat Islam. Setiap santri sudah menjadi kewajibannya untuk menjalankan rukun Islam yang kedua ini. Santri yang mengaji di Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro dengan kesadaran sendiri melakukan shalat berjamaah di masjid Babussalam. Lokasi masjid ini kebetulan berdekatan dengan Majlis Ta'lim, letaknya disebelah selatannya langsung berbatasan dengan Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro. Hal ini yang memudahkan bagi santri untuk menjalankan shalat berjamaah.[40]
Para ustadz/ustadzah yang mengajar di Majlis Ta'lim tidak hanya menyuruh shalat berjamaah tetapi sebagai tauladan bagi para santri, memberikan contoh selalu rajin berjamaah shalat di Masjid, sehingga para santrinya mengikuti perintahnya, saran dan nasehat para ustadz/ustadzah untuk selalu shalat berjamaah.
b. Tilawatil Qur’an
Para santri yang mempuyai bakat dibidang seni suara bisa mengikuti Tilawatil Quran di Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro. Tilawati Quran ini dilakukan setiap seminggu sekali yaitu dilakukan setiap hari Ahad pagi oleh Bpk. Kyai Slamet Arifin. Beliau pernah menjadi juara pertama dalam lomba Tilawatil Quran tingkat propinsi.
Kegiatan Tilawatil Qur’an ini terbuka untuk umum, artinya yang bisa mengikuti kegiatan ini tidak hanya para santri yang mengaji di Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro tetapi bagi masyarakat yang menginginkannya juga diperbolehkan mengikutnya.[41] Dengan adanya kegiatan Tilawatil Quran ini diharapkan santri-santri kelak bisa meneladani guru/ustadz dan menjadi santri yang berguna dan bermanfaat bagi agama.
c. Khatmil Qur’an dan Muhafadzah
Khatmil Qur’an dan Muhafadzah merupakan program Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro setiap tahunnya. Kegiatan ini dilakukan pada akhir tahun pelajaran. Kegiatan ini biasanya diselenggarakan menjelang bulan Ramadlan yaitu diadakan pada bulan Sya’ban. Khatmil Qur’an dan Muhafadzah ini sering dikenal dengan nama Khataman. [42]
Khatmil Qur’an dan Muhafadzah ini diikuti oleh seluruh santri yang mengaji di Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro dan disaksikan oleh wali santri serta masyarakat sekitar. Biasanya acara ini menghadirkan kyai dari daerah lain untuk menambah semangat pengunjung.
d. Ziarah Kubur
Santri yang mengaji di Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro selain memperoleh pengetahuan agama juga mendapat pengalaman langsung di lapangan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.. yaitu dengan ziarah kubur. Ziarah ini dimaksudkan agar menambah keyakinan dan keimanan para santri. Ziarah ini juga dapat menambah amal ibadahnya sehingga santri akan semakin dekat dengan Allah SWT. [43]
Kegiatan ziarah kubur ini dilaksanakan pada hari Kamis sore oleh para santri dan ustadz/ustadzah. Mereka pergi ke makam secara bersama-sama. Adapun yang mengimami jalannya ziarah adalah Mudzakir sekaligus sebagai kepala Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro.



[1]Dokumentasi Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro,  dikutip  17 juni 2009
[2] Wawancara dengan  Mudzakir selaku kepala Majlis Ta’lim Babussalam Sidomoro pada tanggal 17 Juni 2009
[3] Observasi pada tanggal 17 Juni 2009

[4] Dokumentasi Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro dikutip tanggal 17 Juni 2009
[5] Dokumentasi  Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro dikutip tanggal 17 Juni 2009
[6] Observasi dan wawancara dengan Mudzakir selaku Kepala Majlis Ta’lim Babussalam Sidomoro pada tanggal 17 Juni 2009

[7] Observasi pada tanggal 17 Juni 2009
[8] Dokumentasi Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro dikutip tanggal 17 Juni 2009
[9] Dokumentasi  Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro dikutip tanggal 17 Juni 2009
[10] Dokumentasi Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro dikutip tanggal 24 Juni 2009

[11] Dokumentasi Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro dikutip tanggal 24 Juni 2009

[12] Dokumentasi Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro dikutip tanggal 24 Juni 2009
[13] Wawancara dengan  Mudzakir selaku kepala Majlis Ta’lim Babussalam Sidomoro pada tanggal 8 Juli 2009

[14] Dokumentasi Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro dikutip tanggal 8 Juli 2009

[15] Hujair AH. Sanaky, Media pembelajaran, cetakan pertama ( Jakarta:  Safiria Insania Press, 2009) Hal.3

[16] Observasi pada tanggal 24 Juni 2009
[17] Observasi dan wawancara dengan Mudzakir selaku Kepala Majlis Ta’lim Babussalam Sidomoro pada tanggal 24 Juni 2009

[18] Departemen Agama RI, Pondok Pesantren dan Madrasah Diniyah Pertumbuhan dan Perkembangannya , ( Jakarta: Direktorat Jendral Kelembagaan Agama Islam, 2003), Hal.47
[19] Wawancara dengan Mudzakir selaku Kepala Majlis Ta’lim  Babussalam Sidomoro pada tanggal  8 Juli 2009
[20] Wawancara dengan Siti Wahyuni selaku wali santri pada tanggal 7 Juli 2009

[21]Wawancara dengan Mu’minatun selaku ustadzah pada tangggal 6 Agustus 2009

[22] Wawancara dengan Mutmainah  selaku ustadzah pada tangggal 6 Agustus 2009
[23] Wawancara dengan Mudzakir selaku kapala Majlis Ta’lim Babussalam Sidomoro tanggal 8 Juli 2009

[24] Wawancara dengan Muhdlori selaku wali santri pada tanggal 5 Agustus 2009

[25] Wawancara dengan Mu’minatun selaku ustadzah pada tanggal 6 Agustus 2009

[26] Wawancara dengan Mu’minatun Selaku ustadzah pada tanggal 6 Agustus 2009

[27] Muhammad ibn Ahmad, Alala Tanalul’ilm,  (Surabaya: TP, TT) hal.1 Bandingkan Syaikh Az-Aamuji, Terjemah Ta’limul Muta’alim Tariqatta’allum (Surabaya: Mutiara Ilmu ,1995) hal 23

[28] Wawancara dengan Wahyudin selaku Wali santri  pada tanggal 7 Agustus 2009

[29] Wawancara dengan Ali Ma’rufi selaku ustadz pada tanggal 7 Agustus 2009

[30] Wawancara dengan Wahyudin selaku masyarakat pada tanggal 7 Agustus 2009

[31]  Wawancara dengan Surahman selaku masyarakat pada tanggal 14 Agustus 2009

[32]  Wawancara dengan Yasin Khabib selaku masyarakat pada tanggal 14 Agustus 2009

[33] Wawancara dengan Mukaromah selaku masyarakat pada tanggal 15 Agustus 2009

[34] Wawancara dengan Nur Kholifah selaku wali santri pada tanggal 15 Agustus 2009

[35] Wawancara dengan Mukaromah selaku masyarakat pada tanggal 15 Agustus 2009

[36] Wawancara dengan Nur Kholifah selaku wali santri pada tanggal 15 Agustus 2009
[37] Wawancara dengan Mudzakir selaku kepala Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro pada tanggal 18 Agustus 2009
[38] Wawancara dengan Mudzakir selaku kepala Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro pada tanggal 18 Agustus 2009

[39] Wawancara dengan Ali Ma’rufi selaku ustadz  pada tanggal 18 Agustus 2009
[40] Wawancara dengan Mudzakir selaku kepala Majlis Ta’lim Babussalam Sidomoro pada tanggal 8 Juli 2009

[41] Wawancara dengan Mudzakir selaku kepala Majlis Ta’lim Babussalam Sidomoro pada tanggal 8 Juli 2009

[42] Wawancara dengan Mu’minatun selaku ustadzah pada  tanggal 6 Agustus 2009

[43] Wawancara dengan Ali Ma’rufi selaku ustadz  pada  tanggal tanggal 7 Agustus 2009