BAB IV
HASIL
PENELITIAN
A. Gambaran
Umum Majlis Ta'lim Babussalam
1. Tinjauan Historis
Majlis Ta'lim Babussalam berdiri sejak lama tepatnya
pada tanggal 21 Mei 2006, Majlis Ta’lim ini didirikan oleh Mudzakir.
Adapun para tokoh pendukungnya antara lain :
a) Abdul Manan
b) Daerobi
c) Masykur
Awal mula
berdirinya Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro ini adalah kegiatan-kegiatan tiap
bulan Ramadlan khususnya untuk anak-anak
setelah shalat Ashar, mereka hanya bermain-main, duduk-duduk dan bercerita
sambil menunggu datangnya waktu berbuka puasa di teras Masjid. Melihat
hal demikian Mudzakir mempunyai pendapat untuk diadakan kegiatan setelah shalat
Ashar. Pendapat tersebut kemudian dimuyawarahkan dengan para kyai dan tokoh
masyarakat yang kemudian disetujui untuk
diadakan tadarus, pengajian dan tahlil setelah selesai shalat Ashar.
Kegiatan tersebut yang meliputi tadarus, pengajian dan
tahlil dapat berjalan dengan baik sampai akhir bulan Ramadlon. Anak-anak
dihimbau untuk tetap aktif dan rajin melakukan kegiatan yang sudah terbiasa di
bulan Ramadlan dengan tetap shalat berjamah di masjid.
Kegiatan
pengajian tersebut dapat berjalan selama setengah tahun kemudian namun
lama-kelamaan berhenti. Hal ini
terjadi karena kurang aktifnya ustadz yang mengajar, sehingga santri yang
belajar di Majlis Ta'lim tersebut menjadi jenuh karena sering tidak diajar.
Untuk
memperlancar kegiatan tersebut supaya anak-anak tetap bersemangat dan kegiatan
juga dapat berjalan dengan baik, maka dibentuk kepengurusan Majlis Ta'lim Babussalam
Sidomoro. Kegiatan yang semula hanya tadarus, pengajian dan tahlil kemudian diberi
tambahan dengan pelajaran-pelajaran fiqih, akhlak, tajwid dan sebagainya
2. Letak Geografis
Majlis
Ta'lim Babussalam Sidomoro terletak di desa Sidomoro Kecamatan Buluspesantren
Kabupaten Kebumen. Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro berada di dukuh Tukum terletak di bagian paling utara dari desa
Sidomoro.
Adapun Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro beralamat di
dukuh Tukum desa Sidomoro RT. 03 RW. 01, berada disamping masjid Babussalam, dengan
batas-batas sebagai berikut:
a. Batas sebelah utara adalah pagar dan tanah
kosong
b. Batas sebelah barat adalah tanah kosong.
c.
Batas sebelah selatan adalah Masjid Babussalam
d.
Batas sebelah timur adalah halaman masjid Babussalam
Dilihat dari letak geografisnya lokasi Majlis Ta'lim
Babussalam Sidomoro sangat strategis, lokasinya di tengah-tengah desa dan jauh
dari keramaian
kota
serta berada di pinggir jalan. Lingkungan tersebut sangat tepat untuk mendukung
berhasilnya suatu belajar mengajar, karena terhindar dari kebisingan dan
keramaian
kota.
Selain itu penduduk Sidomoro taat beribadah dan menjunjung nilai-nilai
keagamaan.
3. Profil, Visi dan Misi Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro
a. Profil Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro
TABEI I
PROFIL MAJLIS
TA'LIM BABUSSALAM SIDOMORO
IDENTITAS MAJLIS TA'LIM
|
1
|
Nama Maljis Ta’lim
|
Babussalam
|
2
|
Desa
|
Sidomoro
|
3
|
Kecamatan
|
Buluspesantren
|
4
|
Kabupaten
|
Kebumen
|
5
|
Kode Pos
|
54391
|
6
|
Didirikan
|
21 Mei 2006
|
7
|
Status Gedung
|
Milik sendiri
|
8
|
Status Tanah
|
wakaf
|
9
|
Luas Tanah
|
208 M2
|
10
|
Luas Bangunan
|
144 M.
|
11
|
Jarak ke Pusat Kecamatan
|
9 KM
|
b. Visi dan Misi Majlis Ta'lim
Babussalam Sidomoro
Visi Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro adalah
terwujudnya generasi yang Islami.
Misi Majlis
Ta'lim Babussalam Sidomoro yaitu :
1)
Mendidik anak agar mampu memahami kandungan Al-Qur’an.
2) Mendidik anak agar berakhlakul karimah
sesuai dengan norma-norma agama.
3) Memberikan
pemahaman keagamaan dan menjadikan anak
yang taat beribadah.
4. Keadaan Sarana dan
Prasarana
Sarana dan
prasarana adalah segala sesuatu yang nampak secara langsung atau tidak langsung
membantu pelaksanaan kegiatan pendidikan. Sarana dan prasarana sangat mendukung
tercapainya tujuan pendidikan, karena dengan sarana dan prasarana akan
memudahkan dan memperlancar kegiatan proses belajar mengajar. Selain itu juga
bisa menambah semangat bagi santri maupun bagi guru/ustadz sebagai pengelola
proses belajar mengajar.
Sarana dan prasaran merupakan hal yang penting dalam
pembelajaran. Untuk itu diperlukan sarana dan prasarana yang memadai agar dalam
pembelajaran dapat berlangsung dengan
baik. Berkenaan dengan hal tersebut Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro memiliki
sarana dan prasarana walaupun masih kurang memadai, tetapi cukup mendukung bagi
kelancaran proses kegiatan belajar mengajar.
Adapun kondisi
sarana dan prasarana Majlis
Ta'lim Babussalam Sidomoro antara lain :
a. Sarana Pendidikan
1) Ruang belajar
Ruang
belajar yang digunakan untuk belajar santri cukup nyaman yang terdiri atas 7
ruang. Kondisinya masih baik dan terdiri dari lantai dua. Masing-masing ruangan
dengan ukuran yang memadahi yaitu 6X6 M2.
2) Perlengkapan pembelajaran
meliputi:
a) Papan tulis 7 buah
b) kapur
c) penghapus
d) Meja/bangku panjang
3) Buku-buku/kitab
Buku-buku/kitab
yang ada merupakan buku pegangan bagi ustazd/ustadzah untuk mengajar, jumlah
keseluruhannya tidak kurang dari 30 buku. Buku
tersebut sebagian milik para ustazd/ustadzah dan sebagian milik Majlis
Ta'lim Babussalam.
b. Sarana Perkantoran
Ruang kantor
belum tersedia dan alat-alat kantor disimpan di rumah Mudzakir selaku kepala
Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro. Adapun sarana yang ada yaitu
1) Almari satu buah
2) Buku Induk Santri
3) Buku Prestasi Santri
4) Buku Keuangan
5) Notulen Rapat
6) Dokumen dan arsip-arsip
5. Struktur Organisasi
Struktur
organisasi dalam suatu lembaga pendidikan itu sangat penting keberadaannya.
Karena dengan struktur organisasi akan mudah dan dimengerti bagaimana
pengoordinasian itu dilakukan. Demikian juga melalui struktur organisasi dengan
mudah dapat diketahui jabatan apa saja yang ada, kepada siapa yang bertanggung
jawab dan kepada siapa memberi komando serta siapa personalnya.
Dengan
adanya struktur organisasi yang tersusun rapi maka sangat mendukung segala aktivitas
yang ada di Majlis Ta'lim. Demikian juga di Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro sudah
memiliki Struktur organisasi namun masih sederhana. Pengelolaan Majlis Ta'lim Babussalam
Sidomoro berada di bawah naungan Ta’mir Masjid Babussalam.
Adapun Struktur
Organisasi Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro adalah sebagai berikut :
Penasehat : K.H. Ibrohim abdul Manan,BA
Ketua Umum :
K. Daerobi
Wakil Ketua :
Wahyudin
Sekretaris :
Mukhdori
Bendahara :
Khamdi
Seksi Pendidikan : K.H. Mudzakir
Seksi Prasarana :
Danuri, Ali Ma’rufi
Seksi Ketertiban : Misno, Ali Ma’sum
Seksi Humas
: Darnuji, Suradal, Ahsan, Alif
Mahfudz, Ashuri,
Muslimin
Adapun perincian tugas masing-masing jabatan pada
struktur organisasi yang berkenaan dengan pengelolaan Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro adalah sebagai
berikut:
a. Penasehat Majlis Ta'lim
Mengarahkan ketua/wakil ketua Majlis Ta'lim dalam
menanggapi dan menyingkapi setiap masalah yang terjadi di majlis tersebut.
b. Ketua Umum Majlis Ta'lim
1) Memimpin seluruh kegiatan secara umum di Majlis
Ta'lim, termasuk yang berkaitan dengan pembinaan santri maupun yang berkaitan
dengan administrasi umum.
2) Bertanggungjawab penuh atas terselenggaranya
kegiatan Majlis Ta'lim secara menyeluruh, membuat rencana program dan
mendelegasi tanggung jawab tertentu pada masing-masing kegiatan.
c. Wakil Ketua Majlis Ta'lim
1) Membantu secara keseluruhan tugas-tugas ketua Majlis Ta'lim.
2)
Menggantikan dan menduduki fungsi ketua Majlis Ta'lim ketika dia berhalangan
menjalankan tugasnya.
d. Sekretaris
Secara umum
sekretaris bertugas mengurusi hal-hal yang berkaitan dengan administrasi Majlis
Ta'lim seperti surat menyurat, mengisi daftar induk, mengatur penyimpanan arsip
dan tugas-tugas lain dibebankan kepadanya.
e. Bendahara
1) Mengelola keluar masuknya
uang dan membuat laporan
2)
Mengatur dan merencanakan anggaran rutin bagi pelaksanaan kegiatan Majlis
Ta'lim.
f. Seksi-seksi
Pada
dasarnya tugas seksi adalah mengoordinir, mengelola dan melaksanakan kegiatan
yang berhubungan dengan bidang yang dibebankan.
6. Keadaan Pengajar/Ustadz
Guru/Ustadz
adalah faktor yang sangat menentukan bagi keberhasilan proses belajar mengajar.
Karena itu keadaan ustadz/ustadzah turut serta berpengaruh bagi kegiatan pendidikan.
Untuk memperlancar kegiatan belajar mengajar diperlukan guru/ustadz yang
mumpuni dan bertanggung jawab serta memiliki akhlak yang baik. Hal ini karena ustadz/ustadzah
masih tetap dianggap sebagai figur dan
selalu menjadi pusat perhatian bagi santri.
Ustadz-ustadzah
yang mengajar di Majlis Ta'lim tidak
sembarang orang, tetapi mereka adalah orang yang benar-benar menguasai apa yang
akan diberikan kepada santri. Ustadz-ustadzah yang mengajar di Majlis Ta'lim Babussalam
Sidomoro merupakan alumni Pondok Pesantren. Para ustadz/ustadzah berasal dari
daerah sekitar Majlis Ta’lim. Mereka berasal dari desa yang sama. Untuk
mengetahui keadaan para Ustadz/ Ustadzah
yang mengajar di Majlis Ta'lim Baabussalam Sidomoro dapat dilihat pada tabel di
bawah ini.
TABEL II
KEADAAN PARA USTADZ
/ USTADZAH MAJLIS TA'LIM BABUSSALAM SIDOMORO TAHUN 2008/2009
No
|
Nama
Guru
|
Pendidikan
|
Tahun
Mengajar
|
Keterangan
|
1
2.
3
4
5
6
7
|
KH. Mudzakir
Ali Ma’rufi
‘Unwanulloh Ma’sum
Mutmainah
Siti Zulaikhah
Mu’minatun
Puji
|
Ponpes
Ponpes
SLTA
Ponpes
Ponpes
Ponpes
Ponpes
|
2006
2006
2009
2006
2006
2006
2008
|
|
Para ustadz tersebut
tempat tinggalnya berada di daerah sekitar yang tidak jauh dari Majlis Ta'lim Babussalam
Sidomoro. Mereka datang ke Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro saat ada jadwal
mengajar atau kalau ada kegiatan di Majlis Ta'lim tersebut.
7. Keadaan santri
Para santri
yang belajar di Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro sebagian adalah anak-anak
warga desa di sekitar Majlis Ta'lim Babussalam. Mereka belajar pada waktu sore
hari setelah shalat Ashar dan ada pula yang malam hari setelah shalat Maghrib.
Adapun keadaan santri dapat dilihat pada tabel di bawah ini.
TABEL III
KEADAAN PARA
SANTRI MAJLIS TA'LIM BABUSSALAM SIDOMORO TAHUN 2008/2009
No
|
Kelas
|
Jenis
Kelamin
|
Jumlah
|
Laki-laki
|
Perempuan
|
1
2.
3
4
5
|
Shifir
Ibtida I
Ibtida II
Ibtida III
Diniyah
|
16
32
28
36
27
|
30
12
12
10
16
|
46
44
40
46
43
|
|
Jumlah
|
139
|
80
|
219
|
|
|
|
|
|
|
Untuk kelas pertama/shifir terdiri atas dua ruang,
kelas shifir putra dan kelas shifir putri tidak dijadikan satu ruang. Demikian
juga untuk kelas diniyah, laki-laki dan
perempuan dipisah masing-masing di ruangan yang berbeda.
8. Peraturan/Tata Tertib Santri
Tata Tertib Santri Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro :
a.
Santri wajib menjunjung tinggi nama baik Majlis Ta'lim.
b. Santri wajib hormat dan patuh kepada
perintah ustadz/ustadzah.
c. Setiap santri wajib melaksanakan piket
sesuai dengan jadwal piket
d.
Santri harus datang di Majlis Ta'lim paling lambat 10
menit sebelum pelajaran dimulai.
e. Santri masuk kelas dengan tertib dan duduk
di tempatnya masing-masing .
f. Santri mengucapkan salam pada awal jam
pelajaran pertama dan akhir jam pelajaran.
g. Santri membaca doa sebelum pelajaran
dimulai dan sesudah pelajaran berakhir.
h. Jika berhalangan hadir karena sesuatu hal santri
harus memberitahukan kepada Majlis Ta'lim secara lisan/tertulis.
i.
Pada
saat proses belajar santri diharuskan mengikuti dengan tertib.
j.
Sebelum
pelajaran dimulai santri menghafalkan pelajaran masing-masing .
k. Santri wajib mengenakan pakaian yang rapi
dan sopan.
l.
Santri
tidak diperkenankan keluar masuk kelas tanpa seizin guru/ustadz.
m.
Santri tidak membuang sampah disembarang tempat.
9. Pelaksanaan Pembelajaran
a Tujuan Pengajaran
Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro dalam mempunyai
beberapa tujuan diantaranya adalah membentuk generasi yang Islami, beriman dan bertaqwa
kepada Allah SWT..
Membentuk akhlakul
karimah sesuai dengan tuntunan Islam.
b. Kurikulum
Kurikulum yang ada di Majlis Ta'lim Babussalam
Sidomoro merupakan kurikulum yang sudah dibuat dan disusun pihak Majlis Ta’lim.
Kurikulum tersebut dibuat oleh kepala Majlis Ta’lim dan para ustadz/Ustadah
yang mengajar di Majlis Ta'lim tersebut. Kurikulum tersebut disesuaikan dengan
tingkatan masing-masing santri yang menuntut ilmu di Majlis tersebut.
Kurikulum
yang disusun berdasarkan tingkatan/kelas dan disesuikan dengan mata pelajaran.
Adapun secara lebih terperinci penjelasan mengenai mata pelajaran yang digunakan
di Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:
TABEL IV
MATA PELAJARAN YANG DIAJARAKAN DI MAJLIS TA'LIM BABUSSALAM SIDOMORO
NO.
|
KELAS
|
MATA PELAJARAN
|
1
|
Shifir
Putra
|
a. Fashalatan
b. Akhlak
c. Doa-doa Harian
d. BTA
|
2
|
Shifir
Putri
|
a. Akhlak
b. Doa-doa Harian
c. Fasolatan
d. Al-Qur’an
|
3
|
Ibtida
I
|
a. Tajwid
b. Ta’lim Muta’alim
c. A-Qur’an
d. Fashalatan
|
4
|
Ibtida
II
|
a. Al-Qur’an
b. Ghorib
c. Ilmu tajwid
|
5
|
Ibtida
III
|
a. Aqidatul ‘Awam
b. Hidayatusibyan
c. Akhlak
d. Al-Qur’an
|
6
|
Diniyah
|
a. Sulam Taufiq
b. Risalatul Mahid
c. Jurmiyah
|
Dalam tabel
tersebut nampak beberapa pelajaran yang sama seperti pelajaran Akhlak pada
kelas Shifir dan Ibtida III, akan tetapi substansi dan materi yang disampaikan
tiap kelas berbeda., disini materi pelajaran disesuaikan dengan tingkatannya.
c. Media Pembelajaran
Media Pembelajaran adalah sebuah alat yang berfungsi
dan digunakan untuk menyampaikan pesan pembelajaran.
Komunikasi tidak akan berjalan tanpa bantuan sarana untuk menyampaikan pesan.
Sarana yang digunakan dalam rangka pembelajaran bertujuan untuk mempermudah santri dalam menerima/memahami
materi pelajaran.
Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro sebagai salah satu
lembaga pendidikan non formal juga mempunyai media pengajaran walaupun masih
sangat minim atau sederhana. Media yang terdapat di Majlis Ta'lim Babussalam
Sidomoro berupa alat tulis, kapur, papan tulis, penghapus dan kitab pegangan
yang dimiliki ustadz/santri. Walaupun alat pengajarannya masih sangat
sederhana, namun tidak mengurangi semangat para santri untuk belajar.
d. Metode Pengajaran
Seorang ustadz
dalam menyampaikan materi kepada santri agar berhasil dengan baik maka harus
memakai metode pembelajaran yang tepat. Dalam memilih metode pembelajaran harus
mempertimbangakan tujuan yang ingin dicapai dari masing-masing materi pelajaran
yang disampaikan. Ketepatan memilih metode tergantung dari kemampuan ustadz itu
sendiri.
Adapun
metode belajar mengajar yang digunakan ustadz/ustadzah Majlis Ta'lim Babussalam
Sidomro antara lain :
1) Metode Ceramah
Metode
ceramah yang diterapkan di Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro biasanya diawali
dengan pendahuluan sebelum memasuki pada pelajaran yang inti. Pendahluan ini
kadangkala berupa gambaran umum tentang materi yang akan diajarkan atau sekedar
mengulang sekilas pada pelajaran yang
telah lalu. Setelah itu baru memasuki inti dan pada akhir penyampaiannya, biasanya
diakhiri dengan pertanyaan-pertanyaan.
Metode
ceramah ini biasanya diselingi dengan metode yang lain seperti tanya jawab,
demontrasi, hafalan dan lain-lain sesuai dengan jenis dan tujuan materi
pelajaran. Metode ceramah ini diterapkan oleh ustadz/ustadzah yang mengajar di
Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro .
2) Metode Hafalan (muhafazhah)
Metode ini
dilakukan dengan jalan menyuruh santri untuk menghafalkan materi yang telah
disampaikan. Metode ini biasanya dilakukan secara bersama-sama sebelum materi
pelajaran dimulai ataupun pada akhir pelajaran sesuai dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan seperti Fiqih Jawan, Matan Ta’limul Muta’alim.
3) Metode Tanya Jawab
Metode ini
dilakukan dengan jalan memberikan pertanyaan pada santri dan santri menjawab atas pertanyaan yang
diberikan oleh ustadz/ustadzah. Metode tanya jawab seringkali digunakan sebagai
selingan pada metode ceramah. Tanya jawab ini digunakan untuk menarik perhatian
santri atau mendorong munculnya gairah belajar, sehingga materi pelajaran yang
disampaikan ustadz/ustadzah dapat dipahami oleh santri. Ada kalanya juga metode
ini digunakan pada awal penyampaian materi pelajaran sebagai pre test atau
akhir pelajaran sebagai post test dan adakalanya di tengah-tengah penyampaian
materi pelajaran. Metode tanya jawab ini diterapkan pada sebagaian besar materi
pelajaran.
4) Metode Demontrasi
Metode
demontrasi adalah metode mengajar yang menggunakan peragaan atau memperlihatkan
tentang suatu proses atau kejadian di depan santri supaya mereka memahami
materi pelajaran yang disampaikan oleh ustadz/ustadzah dengan baik. Metode ini kadang dengan
menggunakan alat-alat yang disiapkan terlebih dahulu, kadang cukup dengan
anggota tubuh ustadz/ustadzah.
Metode
peragan/demontrasi ini biasanya diterapkan pada materi pelajaran yang bersifat
praktis, seperti menghafalkan perbendaharaan kata-kata dalam bahasa Arab,
praktek Wudlu atau shalat. Dengan demikian maka santri akan lebih senang dan
mudah untuk memahaminya.
Metode
demontrasi dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut
a) Para
santri mendapatkan penjelasan/teori tentang tatacara pelaksanaan ibadah yang akan dipraktekan
sampai mereka betul-betul memahaminya.
b) Para
santri berdasarkan bimbingan kiyai/ustadz mempersiapkan segala peralatan yang
diperlukan untuk kegiatan praktek.
c) Setelah
menentukan waktu dan tempat para santri berkumpul untuk menerima penjelasan
singkat berkenaan dengan urutan kegiatan yang akan dilakukan serta pembagian
tugas kepada para santri berkenaan dengan pelaksanaan praktek.
d) Para
santri secara bergiliran/bergantian memperagakan pelaksanaan praktek ibadah
tertentu dengan bimbingan dan diarahankan oleh kyai atau ustadz/ustadzah sampai
benar-benar sesuai kaifiat (tata cara pelaksanaan ibadah sesungguhnya).
f) Setelah
selasai kegiatan praktek ibadah para santri diberi kesempatan mempertanyakan
hal-hal yang dipandang perlu selama berlangsung kegiatan.
e. Evaluasi
Evaluasi
digunakan dalam pembelajaran untuk mengetahui sejauh mana tingkat pengausaan
dan pemahaman santri dalam mempelajari materi yang telah disampaikan ustadz/ustadzah
kepadanya. Selain itu juga dapat untuk
mengetahui sejauh mana kemampuan maupun keberhasilan guru/ustadz dalam
menyampaikan materi.
Evaluasi
yang digunakan di Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro adalah
1) Penilaian setelah materi pelajaran
selesai
Evaluasi
sering dilaksanakan pada akhir pelajaran, biasanya dengan tanya jawab. Hal ini
dilakukan untuk mengetahui hal-hal yang belum dipahami oleh santri terhadap
materi yang telah disampaikan.
2) Penilaian
hasil belajar, yaitu penilaian yang dilakukan dalam jangka waktu tertentu.
Misal setiap akhir semester, akhir tahun pelajaran.
Dengan adanya
evaluasi dan penilaian akan membuat santri menjadi semangat untuk belajar dan
meraih prestasi. Santri yang berprestasi akan mendapatkan hadiah dari Majlis
Ta'lim untuk memotivasi dan menjadikan santri
untuk berlomba-lomba meraih prestasi yang baik.
B.
Peran Majlis Ta’lim Babussalam Dalam Mewujudkan
Kualitas Keagamaan Anak-Anak Desa Sidomoro Kecamatan Buluspesantren Kabupaten
Kebumen
Majlis Ta'lim
Babussalam Sidomoro merupakan lembaga pendidikan non formal keagamaan yang memberikan ilmu tambahan bagi anak-anak yang bersekolah
pada pendidikan formal. Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro merupakan wadah
pengembangan bagi anak-anak untuk mengenal Al-Qur’an dan ajaran-ajaran Islam
sehingga santri dapat mengetahui dan mengamalkan ajaran Islam dengan baik dan
benar.
Adapun peran
Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro dalam mewujudkan kualitas keagamaan anak-Anak
desa Sidomoro adalah sebagai berikut:
1. Memberikan corak warna desa
yang agamis
Proses pembelajaran di Majlis Ta'lim Babussalam
Sidomoro dilakukan setelah shalat ‘Ashar. Anak-anak setelah shalat berjama’ah
di masjid kemudian belajar di Majlis Ta'lim Babussalam. Dengan adanya Majlis
Ta'lim anak-anak yang semula hanya bermain saja setiap sore, maka anak-anak
menjadi mempunyai kegiatan yang positif
dan bermanfaat yaitu menuntut ilmu agama. Kegiatan para santri yang dilakukan
setiap sore inilah yang menjadi salah satu ciri desa yang agamis.
Desa dikatakan agamis apabila hampir seluruh
masyarakatnya beragama Islam dan mereka menjalankan dengan benar sesuai dengan
Al-Qur’an dan Al-Hadits. Masyarakat selalu antusias apabila ada peringatan hari
besar Islam dan banyaknya lembaga nonformal yang menyelenggarakan pendidikan
agama Islam.
Dari
wawancara diketahui bahwa anak-anak di desa Sidomoro pada sore hari pergi ke
Majlis Ta'lim Babussalam untuk belajar. Hal ini menjadikan suasana desa yang
agamis dan Islami. Penampilan anak-anak yang
rapi, baik laki-laki maupun perempuan dengan mengenakan pakaian sopan
dan Islami, membuat suasana lingkungan desa menjadi agamis.
2. Santri mengenal ajaran agama
dan pengetahuan tentang Islam
Anak-anak
yang menuntut ilmu di Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro akan mendapat pengetahuan
tentang Agama Islam dengan baik. Dengan pengetahuan yang diperoleh para santri,
maka pengetahuan dan ajaran-ajaran agama yang dimilikinya semakin luas, karena
waktu untuk mendapatkan materi pelajaran agama di sekolah terbatas, sedangkan
dengan belajar di Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro anak-anak akan mendapatkan
materi pelajaran agama dengan waktu yang lebih banyak.
Dengan
pengetahuan yang diajarkan oleh para ustadz/ustadzah di Majlis Ta'lim, maka
santri mempunyai bekal keagamaan yang cukup kuat dalam kehidupan sehari-hari
dan akan memperoleh ilmu agama seperti pelajaran Akhlak, Fiqih, Ilmu Tajwid, Peshalatan
dan pelajaran lainnya.
3. Membina akhlakul karimah bagi
santri
Dimanapun
kita berada baik di rumah , di masjid, di sekolah, di jalan, ditempat beribadah
akhlakul karimah harus selalu dilakukan oleh siapapun. Demikian pula berdiri,
berjalan, duduk, makan, minum, tidur, berbicara, berpakaian dan sebagainya
harus selalu berahlakul karimah.
Untuk
membina akhlakul karimah pada santri dapat dilakukan melalui beberapa cara
yaitu:
a) Memberikan keteladanan yang baik.
b) Memberikan
nasehat untuk mengarahkan santri agar dapat menjadi orang yang beriman
dan berakhlakul karimah.
c) Memberikan perhatian kepada santri agar
santri dengan mudah menangkap apa yang diajarkan.
d) Menanamkan kebiasaan yang baik karena
kebiasaan yang baik terjadi melalui proses pendidikan.
Anak-anak
belum dapat berpikir secara logis, belum dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang
benar dan mana yang salah. Oleh karena itu peranan ustazd/ustadzah sangat
penting dalam pembinaan pribadi anak. Masa anak-anak adalah masa yang paling
baik untuk menanamkan dasar-dasar pendidikan akhlak.
Mendidik
anak agar berakhlakul karimah merupakan
salah satu tujuan pengajaran di Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro. Anak-anak
yang mengaji di Majlis Ta'lim memiliki
akhlak yang baik karena sudah terbiasa dengan perbuatan yang baik terutama saat
belajar. Keteladanan yang dicontohkan oleh ustadz/ustadzah baik ucapan, sikap maupun tingkah lakunya akan
membuat anak menirunya dan akan tertanam di dalam hatinya.
Bila anak melakukan perbuatan yang tidak sesuai dengan etika yang berlaku, maka
ustadz/ustadzah akan menasehatinya. Nasehat sangat tinggi nilainya karena anak
masih membutuhkan bimbingan dari ustadz/ustadzah.
Dengan
demikian anak akan selalu terbiasa dengan tingkah laku yang baik dan akan
terbentuk dalam kepribadian santri. Perhatian yang diberikan oleh
ustadz/ustadzah juga akan mempengaruhi tingkah laku para santri. Dengan
membiasakan perbuatan yang baik diharapkan anak yang belajar di Majlis Ta'lim
selalu berakhlakul karimah dalam kehidupan shari-hari.
4. Persahabatan semakin erat
Majlis
Ta'lim merupakan suatu tempat untuk menuntut ilmu. Para santri berkumpul untuk
belajar agama Islam secara bersama-sama kepada ustadz/ustadzah di Majlis Ta'lim
Babussalam. Mereka saling bertemu, berjabat tangan dan memberi salam kepada
sesama. Dengan demikian hubungan antar sesama teman semakin akrab dan dekat.
Hubungan
antar santri dan ustadz/ustadzah juga terbentuk. Santri akan semakin dekat
dengan ustadz/ustadzahnya dan sebaliknya ustadz/ustadzah semakin
mengenal/menyayangi santrinya. Selain itu komunikasi antar ustadz/ustadzah pun
juga menjadi dekat.
Dengan
seringnya bertemu dan berkomunikasi antara ustazd/ustadzah yang satu dengan
ustazd/ustadzah yang lain, antara santri yang satu dengan santri yang lain,
maupun antara santri dengan ustadz akan
membuat tambah dekatnya persahabatan atau kasih sayang diantara mereka. Disamping
itu juga ustazd/ustadzah dapat menyampaikan gagasan dan santri memperoleh ilmu
yang bermanfaat dalam pembelajaran. Hal
ini berarti sesuai dengan fungsi Majlis Ta’lim sebagai ajang berlangsungnya
silaturahmi masal yang dapat menghidupkan dakwah dan ukhuwah Islamiyah.
5. Terhindar dari pengaruh
lingkungan pergaulan yang kurang baik
Lingkungan
pergaulan akan mempengaruhi terhadap sikap dan tingkah laku anak-anak baik
lingkungan pergaulan di sekolah, teman bermain, keluarga maupun tempat ibadah.
Lingkungan tersebut akan mempengaruhi pengetahuan dan pengalaman anak sehingga
anak akan mengikuti apa yang didapatnya.
Di Majlis
Ta'lim yang merupakan tempat untuk menuntut ilmu, anak-anak akan terhindar dari
pergaulan yang kurang baik. Pengaruh tempat ibadah dalam hal ini Majlis Ta'lim Babussalam
Sidomoro akan memupuk pertumbuhan jiwa keagamaan anak-anak semakin kuat dan
baik. Keadaan mayarakat setempat yang agamis misalnya shalat berjamaah akan
menimbulkan kepekaan agama terhadap anak-anak.
Dengan
belajar di Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro, yang mulanya waktu digunakan
anak-anak untuk bermain-main dengan teman-temannya, akan terganti dengan
kegiatan yang positif dan bermanfaat. Dengan demikian anak akan terjaga dan
jauh dari pergaulan yang mungkin akan mengakibatkan rusaknya moral anak.
6. Santri mampu menulis Arab
dengan baik
Belajar
menulis dapat dilakukan di sekolah maupun di luar sekolah. Waktu untuk belajar agama di sekolah sangat
terbatas, sehingga kemampuan untuk menulis Arab juga masih terbatas. Santri
yang belajar di Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro akan memperoleh tambahan
pelajaran agama salah satunya dengan menulis ayat-ayat Al-Qur’an maupun
huruf-huruf Arab.
Dengan
terbiasanya menulis Arab di Majlis
Ta'lim maka kemampuan santri dalam menulis Arab akan semakin bertambah baik.
Di Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro diberikan pelajaran Baca Tulis Al-Qur’an
sehingga santri dalam menulis ayat-ayat/huruf Arab tidak asing lagi.
7. Waktu lebih bermanfaat
Waktu yang
digunakan oleh para santri untuk menuntut ilmu di Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro
akan lebih bermanfaat dari pada mereka yang tidak mengaji. Kesempatan ini
digunakan oleh para santri untuk memperoleh ilmu dengan sebaik-baiknya, karena
untuk mendapatkan ilmu tidaklah mudah, memerlukan waktu dan kesabaran.
Ilmu akan didapat
dengan enam syarat yaitu:
a) Limpad atau cerdas
b) Loba atau semangat
c) Sabar
d) Memiliki bekal
e) Petunjuk/bimbingan guru
Santri yang
mengaji sejak dini berarti sudah dapat menggunkan waktu dengan baik. Karena di
dalam menuntut ilmu membutuhkan waktu yang lama agar ilmunya bermanfaat
baik bagi diri sendiri maupun untuk
orang lain.
8. Santri memiliki kebiasaan
yang baik
Kebiasaan-kebiasaan
dan latihan merupakan pengalaman bagi
anak. Pengalaman yang didapat akan menjadi unsur yang penting dalam
pribadinya dan mempunyai pengaruh terhadap kehidupan sehari-hari, sebab
kepribadian anak terbentuk oleh lingkungan sekitarnya. Bila lingkungannya baik
akan berpengaruh baik pula bagi anak begitu pula sebaliknya.
Proses
pembelajaran di Majlis Ta'lim Babussalam dibiasakan dengan menghafal pelajaran
dan doa-doa harian. Di rumah santri sebelum melaksanakan kegiatan sehari hari
sering diawali dengan berdo’a terlebih dahulu, seperti katika mau makan santri
membaca do’a sebelum makan, mau tidur santri membaca do’a mau tidur, masuk
rumah dan sebagainya.
9. Sebagai tempat
bersosialisasi
Setiap
orang pasti melalui proses sosialisasi, mulai dari lingkungan keluarga kemudian
lingkungan sekitarnya, teman sepermainan, dan akhirnya pada masyarakat yang
lebih luas. Begitu juga dengan anak-anak, mereka akan saling bertemu dan saling
mengenal satu sama lainnya.
Dalam
sosialisasi anak akan mempelajari dan menyesuaikan diri terhadap prilaku dengan
temannya sehingga anak akan merasa menjadi bagian darinya. Melalui sosialisasi
tersebut anak menjadi terlatih dan terbiasa dalam bergaul, sehingga kelak dapat
bermasyarakat dengan baik.
Lingkungan
pergaulan khususnya di Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro mempunyai pengaruh terhadap proses sosialisasi
anak. Dengan berinteraksi sesama
teman/sahabat maka pengetahuan dan pengalaman anak menjadi semakin luas. Dengan
demikian hal ini berarti sesuai dengan Al-Ghozali bahwa lingkungan sahabat
menjadi salah satu lingkungan pergaulan di dalam masyarakat.
10. Jumlah teman bertambah banyak
Letak
Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro berada di perbatasan RW.1 dan RW.2 Letak yang strategis ini
membuat jumlah santri yang belajar di Majlis Ta'lim cukup banyak. Hal ini
menjadikan santri yang satu dengan
santri yang lain akan saling mengenal. Dengan demikian jumlah teman akan
semakin bertambah banyak.
Dengan
banyaknya teman maka pergaulan santri menjadi semakin luas. Dengan luasnya
lingkungan pergaulan membuat santri menjadi semangat untuk belajar.
11. Santri mengetahui hukum Islam
Dengan menuntut
ilmu di Majlis Ta'lim, santri menjadi lebih tahu mana yang baik dan mana yang
buruk, mana yang benar dan mana yang salah. Dengan ilmu yang diperoleh di
Majlis Ta'lim santri dapat membedakan hukum-hukum
dalam Islam, mana yang wajib, sunat, makruh atau haram.
Dengan
ketekunan dan kesabaran santri dalam menuntut ilmu maka ilmu yang didapat akan
semakin bertambah banyak. Oleh karena itu dengan bertambahnya waktu pengetahuan
santri tentang hukum Islam juga semakin luas.
12. Santri lebih menghargai
waktu
Bimbingan
dan nasehat yang diberikan orang tua kepada anak sangatlah diperlukan. Selain
itu anak juga perlu dilatih untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan
sekitarnya. Santri yang mengaji di Majlis Ta'lim Babussalam merasa tergugah
untuk berbuat dan melaksanakan apa yang sudah menjadi tugasnya dan kewajibannya.
Bila datang
waktu shalat fardu santri segera melaksanakan kewajibannya tanpa harus dipaksa
atau disuruh oleh orang tuanya. Begitu juga bila waktu sore tiba maka dengan
senang hati santri segera berangkat ke Majlis Ta'lim Babussalam untuk belajar
ilmu agama dengan bimbingan ustazd/ustadzah.
13. Santri menjadi pandai
Majlis
Ta'lim Babussalam Sidomoro yang merupakan lembaga pendidikan non formal juga
ikut membantu membuat anak lebih pandai. Anak-anak yang mengaji di Majlis
Ta'lim mendapat pengetahuan yang tidak sedikit sehingga anak-anak menjadi lebih pandai khususnya dibidang agama.
Santri yang belajar di sekolah/madrasah hasil prestasinya meningkat terutama pada
mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.
Orang tua
yang menyekolahkan anaknya di sekolah umum, banyak yang merasakan pendidikan
agama di sekolah belum cukup dalam menyiapkan keberagamaan anaknya. Salah satu
usaha untuk menambah pendidikan agama anaknya adalah dengan cara mencari
tamabahan ilmu agama memasukan putra-putrinya ke Majlis Ta'lim. Di Majlis
Ta'lim Babussalam anaknya akan dibimbing tentang pengetahuan agama yang lebih
banyak.
14. Pakaian santri menjadi
rapi
Pakaian merupakan
alat penutup tubuh sekaligus sebagai pelindung dari panas atau dingin. Selain
itu pakaian juga merupakan penampilan atau hiasan bagi pemakainya. Santri yang
mengaji di Majlis Ta'lim Babussalam selalu memakai baju yang rapi dan sopan.
Pakaian
yang dikenakan santri selain berfungsi sebagai pelindung tubuh juga sesuai
dengan aturan agama yaitu dapat menutup aurat. Pakaian yang dikenakan santri selalu rapi dan sesuai
dengan lingkungan masyarakat yang Islami.
15. Santri mampu membaca Al-Qur’an
sesuai dengan Ilmu Tajwid
Santri yang
belajar di Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro akan mendapat pelajaran Ilmu Tajwid.
Santri dapat mengerti dan menerapkan bacaan-bacaan Al-Qur’an sesuai dengan
hukum bacaannya. Seperti hukum bacaan nun mati/tanwin maupun hukum bacaan mim
sukun.
Membaca
ayat-ayat Al-Qur’an harus mengetahui pedoman cara membacanya tidak boleh asal
membaca. Dengan belajar ilmu tajwid santri dapat mengetahui dan menerapkan
hukum hukum/bacaan Al-Qur’an, seperti idzhar, idghom, ikhfa dan iklab. Dengan
demikian maka dalam membaca Al-Qur’an akan sesuai dengan aturan atau kaidah
membca Al-Qur’an.
16. Santri menjadi disiplin
beribadah
Santri yang
menuntut ilmu di Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro menjadi lebih rajin untuk
beribadah terutama shalat lima waktu dengan tepat pada waktunya.Bila datang waktu shalat
santri dengan segera melaksanakan shalat. Dengan kesadaran sendiri tanpa
disuruh mereka berangkat ke Majlis Ta'lim babussalam Sidomoro untuk belajar
bersama bimbingan ustad/ustadzah.
Dari
wawancara di atas baik dengan kapala Majlis Ta'lim, ustazd/ustadzah, wali santri
maupun masyarakat diketahui bahwa Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro mempunyai
peran yang sangat penting dalam mewujudkan kualitas keagamaan anak-anak desa
Sidomoro. Terbukti dengan eksistensinya sampai sekarang dan masih banyaknya
santri yang belajar di Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro. Apabila Majlis Ta'lim
tersebut tidak berperan atau tidak berfungsi bagi masyarakat Sidomoro tentu
sudah lama Majlis Ta'lim tersebut ditinggalkan oleh masyarakat.
C.
Usaha – usaha yang dilakukan Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro untuk mewujudkan
kualitas keagamaan anak-anak desa Sidomoro
Kehadiran Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro di
tengah-tengah masyarakat Sidomoro mempunyai posisi yang sangat strategis. Sebagai
salah satu lembaga pendidikan Islam, Majlis Ta'lim Babussalam senantiasa
berpartisipasi dalam pembangunan masyarakat sekitar terutama pembangunan dalam
bidang keagamaan khususnya agama Islam.
Sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam, Majlis
Ta'lim Babussalam Sidomoro mempunyai beberapa usaha untuk mewujudkan kualitas
keagamaan anak-anak desa Sidomoro. Adapun usaha-usaha yang dilakukan Majlis
Ta'lim Babussalam Sidomoro antara lain sebagai berikut:
1. Pembenahan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM)
Orang tua pasti mengharapkan anaknya berhasil dalam
belajar. Keberhasilan pembelajaran akan dipengaruhi oleh guru/ustadznya. Tujuan
pembelajaran akan tercapai dengan baik apabila guru/ustadz mampu menyampaikan
materi sesuai dengan metodologi pengajaran yang tepat.
Guru akan menentukan keberhasilan santri, oleh karena
itu guru harus memiliki dan menguasai metode dalam pengajaran serta dapat
memilih metode yang tepat
untuk
menyampaikan materi pelajaran. Guru harus mampu menciptakan situasi yang dapat
merangsang santri untuk semangat belajar.
Guru tidak hanya sekedar menyampaikan materi atau
mentranformasikan pengetahuannya kepada santri,
tetapi guru harus mampu membimbing dan mendidik santri agar tujuan
pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Guru juga menjadi figur bagi santrinya
sekaligus sebagai suri tauladan yang akan menjadi contoh bagi santri-santrinya.
2. Pengadaan silabus dan kurikulum
Silabus merupakan garis besar, ringkasan, ikhtisar,
pokok-pokok isi atau materi pembelajaran. Kurikulum merupakan seperangat
rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelengaraan
kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Silabus dan kurikulum sangat diperlukan dalam
pembelajaran. Dengan adanya silabus dan kurikulum pembelajaran akan menjadi lebih
terarah. Kurikulum diarahkan kepada proses pengembangan, pembudayaan, dan
pemberdayaan santri.
Dengan adanya silabus dan kurikulum dapat menjadi
pedoman dalam pembelajaran dan merencanakan pengelolaan kegiatan pembelajaran
seperti belajar kelompok dan belajar individual.
3. Pengadaan sarana pembelajaran
Untuk mempermudah tercapainya tujuan pembelajaran dan
mempermudah santri dalam memahami materi pelajaran yang disampaikan oleh guru
perlu adanya sarana yang memadahi. Alat-alat pendidikan yang sudah tidak layak lagi
segera diganti/diperbaiki sedangkan alat-alat pendidikan yang belum ada untuk
dilengkapi seperti perpustakaan, komputer, almari administrasi, bangku, papan
tulis, buku/kitab-kitab, penggaris, alat peraga dan gambar-gambar.
Dengan adanya sarana pembelajaran yang lebih baik maka
akan mempermudah proses kegiatan belajar mengajar yang dilakukan oleh
guru/ustadz sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik pula.
4. Praktik ibadah
Untuk menerapkan dan melaksanakan pembelajaran pada santri
sekaligus memberikan contoh dari ustadz/ustadah maka diadakan praktek-praktek
ibadah sebagai berikut:
a. Shalat berjamaah
Shalat
lima
waktu merupakan kewajiban yang harus dikerjakan oleh setiap umat Islam. Setiap
santri sudah menjadi kewajibannya untuk menjalankan rukun Islam yang kedua ini.
Santri yang mengaji di Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro dengan kesadaran
sendiri melakukan shalat berjamaah di masjid Babussalam. Lokasi masjid ini
kebetulan berdekatan dengan Majlis Ta'lim, letaknya disebelah selatannya
langsung berbatasan dengan Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro.
Hal ini yang memudahkan bagi santri untuk
menjalankan shalat berjamaah.
Para
ustadz/ustadzah yang mengajar di Majlis Ta'lim tidak hanya menyuruh shalat
berjamaah tetapi sebagai tauladan bagi para santri, memberikan contoh selalu
rajin berjamaah shalat di Masjid, sehingga para santrinya mengikuti perintahnya,
saran dan nasehat para ustadz/ustadzah untuk selalu shalat berjamaah.
b. Tilawatil Qur’an
Para santri
yang mempuyai bakat dibidang seni suara bisa mengikuti Tilawatil Quran di
Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro. Tilawati Quran ini dilakukan setiap seminggu
sekali yaitu dilakukan setiap hari Ahad pagi oleh Bpk. Kyai Slamet
Arifin. Beliau pernah menjadi juara pertama dalam lomba Tilawatil Quran tingkat
propinsi.
Kegiatan Tilawatil Qur’an ini terbuka untuk umum,
artinya yang bisa mengikuti kegiatan ini tidak hanya para santri yang mengaji
di Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro tetapi bagi masyarakat yang menginginkannya
juga diperbolehkan mengikutnya.
Dengan adanya kegiatan Tilawatil Quran ini diharapkan santri-santri kelak bisa
meneladani guru/ustadz dan menjadi santri yang berguna dan bermanfaat bagi
agama.
c. Khatmil Qur’an dan Muhafadzah
Khatmil Qur’an dan Muhafadzah merupakan program Majlis
Ta'lim Babussalam Sidomoro setiap tahunnya. Kegiatan ini dilakukan pada akhir
tahun pelajaran. Kegiatan ini biasanya diselenggarakan menjelang bulan Ramadlan
yaitu diadakan pada bulan Sya’ban.
Khatmil
Qur’an
dan Muhafadzah ini
sering dikenal dengan nama Khataman.
Khatmil Qur’an dan Muhafadzah ini diikuti oleh seluruh
santri yang mengaji di Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro dan disaksikan oleh wali
santri serta masyarakat sekitar. Biasanya acara ini menghadirkan kyai dari
daerah lain untuk menambah semangat pengunjung.
d. Ziarah Kubur
Santri yang mengaji di Majlis Ta'lim Babussalam
Sidomoro selain memperoleh pengetahuan agama juga mendapat pengalaman langsung
di lapangan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.. yaitu dengan ziarah
kubur. Ziarah ini dimaksudkan agar menambah keyakinan dan keimanan para santri.
Ziarah ini juga dapat menambah amal ibadahnya sehingga santri akan semakin
dekat dengan Allah SWT.
Kegiatan ziarah kubur ini dilaksanakan pada hari Kamis
sore oleh para santri dan ustadz/ustadzah. Mereka pergi ke makam secara bersama-sama.
Adapun yang mengimami jalannya ziarah adalah Mudzakir sekaligus sebagai kepala
Majlis Ta'lim Babussalam Sidomoro.
Muhammad ibn Ahmad, Alala Tanalul’ilm, (Surabaya: TP, TT) hal.1 Bandingkan
Syaikh Az-Aamuji, Terjemah Ta’limul
Muta’alim Tariqatta’allum (Surabaya: Mutiara Ilmu ,1995) hal 23